SURVEY: Wakil Bupati meninjau calon lokasi sekolah rakyat di Gulurejo. Dan Headshot Wamensos.
KULON PROGO - Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan ke Kabupaten Kulon Progo.
Dalam kunjungannya itu dia menyampaikan proges pelaksanaan sekolah rakyat (SR).
Pada tahun ajaran baru 2025/2026 Juli, dipastikan ratusan SR beroperasi.
Wamensos RI Agus Jabo mengungkapkan, pada awalnya Presiden Prabowo menargetkan pembentukan 100 SR.
.Akan tetapi, target kembali dinaikkan menjadi 200 sekolah yang terbentuk.
Sehingga, pihaknya segera melakukan pembentukan dengan berkordinasi ke daerah.
"Perintah presiden, Juli 200 titik beroperasi, kami laksanakan sebaik mungkin," ucap Agus, saat ditemui awak media, Senin (30/6/2025).
Agus menyampaikan, kemensos tengah berupaya melakukan asesmen bangunan yang diusulkan sebagai sekolah rakyat.
Asesment dilakukan untuk memastikan operasional dapat berjalan lancar.
Secara manajemen, sekolah rakyat juga akan mengalami penataan.
Lantaran untuk mengoperasikan SR, manajemen seperti kepala sekolah dan tenaga pendidik perlu ditata.
Penataan telah dilakukan, membuat target operasional dapat terlaksana.
Dalam manajemen SR, tenaga pendidik akan mengutamakan SDM lokal.
Agus mencontohkan, jika sekolah rakyat beroperasi di Kulon Progo, maka guru dan tenaga pendidik harus berasal dari Kulon Progo.
Tentunya, pola rekrutmen tenaga pendidik harus atas dasar kordinasi dengan Kemendagri dan Kemenpan RB.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, pemkab telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung SR.
Lantaran, SR merupakan program besutan pemerintah pusat yang nantinya bermanfaat ke masyarakat.
"Untuk persiapan lahan sekolah rakyat Rp 502 juta," ucapnya.
Agung menjelaskan, persiapan lahan dimaksudkan untuk land clearing lahan. Lantaran, lahan berstatus sultanat ground yang terletak di Kalurahan Gulurejo.
Persiapan lahan juga dilkukan untuk memastikan lokasi sesuai kriteria yang ditentukan Kementerian PU.
Selain untuk persiapan lahan, Pemkab Kulon Progo juga menganggarkan Rp 60 juta untuk tali asih bagi penggarap lahan sekolah rakyat.
Masing-masing penggarap Rp 1,5 juta, total penggarap lahan 40 penggarap.
Hal ini, dilakukan agar penggarap SG dapat melanjutkan melakukan kegiatan ekonomi pasca SR dibangun. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva