ANTRE: Pendaftar di SMPN 1 Wates menunggu untuk verifikasi dokumen langsung.
KULON PROGO - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kulon Progo mengalami penumpukan pendaftar.
Sebab, pendaftaran hanya memiliki rentang waktu singkat.
Sementara, verifikasi dokumen memakan waktu.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kulon Progo Nur Wahyudi membenarkan beberapa sekolah yang mengalami penumpukan pendaftar.
Salah satu penyebabnya, adalah proses verifikasi dokumen yang cukup lama.
"Temuan di SMPN 1 Wates jalur prestasi perlu kerja keras, karena prosesnya lama dan teliti," ucap Nur, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (24/6/2025).
Nur mengungkapkan, verifikasi dokumen terbagi menjadi dua tahap.
Di antaranya verifikasi dokumen online dan langsung.
Penumpukan pendaftar di beberapa sekolah terjadi akibat verifikasi dokumen langsung yang memakan banyak waktu.
Bahkan beberapa sekolah perlu menambah jam kerja mereka agar verifikasi bisa dilakukan sesegera mungkin.
Temuan itu menjadi bahan evaluasi pihaknya.
Lantaran, penumpukan pendaftar memang benar-benar terjadi.
Khususnya di sekolah-sekolah yang diklaim sebagai sekolah unggulan.
Tujuannya, agar di SPMB tahun selanjutnya penumpukan tak terulang kembali.
Lebih lengkap, Kepala SMPN 1 Wates Sugeng Widadi mengungkapkan, penumpukan pendaftar bisa terjadi akibat tiga hal.
Di antaranya, minat pendaftar yang membeludak, waktu verifikasi dokumen, dan rentang waktu pendaftaran cukup singkat.
"Memang peminat siswa untuk sekolah disini cukup banyak, otomatis antrian juga menumpuk," ucap Sugeng.
Sugeng mengungkapkan, antrian mengular hingga keluar gerbang memang sempat terjadi di hari pertama SPMB.
Verifikasi dokumen yang lama dengan pendaftar yang banyak cukup banyak menyita waktu pendaftaran.
Bahkan petugas pendaftaran yang merupakan guru sekolah terpaksa lembur.
Akibat, proses verifikasi data dilakukan cukup lama.
Sedangkan, jumlah pendaftar mencapai 300 siswa.
"Kemarin verifikasi dokumen hingga pukul 17.00 WIB," ungkapnya.
Hal ini juga diperparah dengan rentang waktu SPMB yang cukuo singkat.
Terdapat tiga jalur yang hanya dilaksanakan di hari pertama hingga kedua.
Di antaranya, Jalur Domisili Radius, Prestasi, dan Mutasi. Du hari pendaftaran SPMB dirasa cukup kurang, mengingat minat siswa cukup tinggi.
Di tahun 2024, SPMB jalur domisili dan wilayah disediakan waktu hingga tiga hari.
Tujuannya, untuk mengurangi kepadatan pendaftar.
Psikologis orangtua yang meilhat waktu SPMB cukup singkat, membuat pendaftaran sudah padat sejak hari pertama.
Lantaran, orangtua harus memastikan anaknya terdaftar di beberapa jalur untuk antisipasi jika tak diterima di jalur tertentu.
"Waktu yang terbatas membuat kami harus mengatasinya dengan cara lembur," ungkapnya.
Selain itu, proses verifikasi dokumen secara langsung juga penuh kendala, semakin menambah lamanya pendaftaran.
Penyebabnya berkaitan dengan kesalah data input yang tak sesuai.
Kebanyakan orangtua ataupun siswa tak melakukan pengecekan terhadap data pendaftaran dengan dokumen pendukung.
Temuan di SMPN 1 Wates, banyak pendaftar jalur prestasi mengalami ketidaksesuaian data nilai rapor dengan data nilai di website SPMB.
Hal ini, baru terlihat saat verifikasi langsung.
Akibatnya, orangtua atau siswa perlu merubah data.
Untuk perubahan data juga memerlukan waktu.
Lantaran perubahan data yang sudah valid harus dilakukan oleh operator sekolah asal (SD) ataupun melalui Disdikpora.
"Yang lama juga pencocokan titik tempat tinggal dengan alamat yang tertera di webaite," ungkapnya.
Khusus di jalur domisili, petugas juga membutuhkan waktu yang lama untuk pencocokan.
Sebab, titik yang ada di website perlu dicocokkan dengan kartu keluarga.
Sekaligus, petugas perlu meninjau titik apakah benar terdapat rumah di titik yang terekam dalam website.
Sebenarnya, pendaftaran SPMB disusun tak memakan banyak waktu.
Namun, karena banyaknya kesalahan dokumen, SPMB tergolong lama.
"Sebenarnya kalau hanya datang untuk verifikasi hanya memakan 10 menit," ungkapnya.
Verifikasi langsung harus memastikan kesesuaian data.
Namun, banyaknya data pendaftar yang salah cukup mengulur banyak waktu.
Hingga verifikasi data memakan waktu hingga berjam-jam. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva