KULON PROGO - Temuan paket makan bergizi gratis (MBG) yang basi di Kapanewon Wates menjadi perbincangan publik.
Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ibu Pertiwi justru enggan berkomentar banyak perihal temuan itu.
Hal ini diketahui saat wartawan mencoba konfirmasi perihal duduk perkara kejadian ini.
Awak media awalnya bertemu seorang pengelola SPPG di kantor mereka di Padukuhan Kalinongko, Kalurahan Kedungsari, Kapanewon Pengasih. Akan tetapi pihak pengelola tidak mau berkomentar.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo Sri Budi Utami membenarkan perihal laporan adanya siswa TK ABA Kasatriyan yang mengalami diare. Hal ini diketahui saat pihaknya meninjau langsung sekolah, Rabu (18/6/2025) lalu.
"Ini sedang penyelidikan ke siswa yang bersangkutan dan untuk perawatan," ucap Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/6/2025).
Ia menyampaikan, pihaknya telah berdialog dengan guru atau wali murid TK ABA dan menemukan indikasi adanya diare. Banyak orang tua yang mengeluhkan anak mereka mengalami diare usai menyantap MBG.
Untungnya, semua anak yang terindikasi mengalami diare telah sembuh total. Lantaran saat pulang ke rumah masing-masing, kebanyakan orang tua langsung memberikan obat. Sehingga gejala diare dapat dihentikan dan tak mempengaruhi kondisi anak.
"Kami kemarin juga telah mengambil sampel bakmi yang diduga basi," ungkapnya.
Budi menjelaskan, sampel bakmi yang menjadi penyebab munculnya masalah kesehatan ini juga telah diamankan.
Mereka segera melakukan uji klinis untuk memastikan makanan layak konsumsi atau tidak. Hanya saja proses ini memakan waktu lama. Lantaran, uji laboratorium akan menganalisis berbagai aspek.
Selagi menguji hasil laboratorium, pihaknya juga telah memastikan kondisi SPPG. Sebenarnya SPPG telah memenuhi syarat perihal operasional.
Akan tetapi, dalam eksekusi pelaksanaan SPPG diimbau agar tetap beroperasi sesuai standar operasional (SOP) yang ada.
"Kalau kemarin dan hari ini kami cek memang makanannya sudah aman," ungkapnya.
Pemantauan paket MBG juga dilakukan. Pihaknya telah menjamin paket MBG telah sesuai aturan yang ada. Tidak seperti beberapa waktu lalu, ditemukan lauk yang diduga basi.
Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo Nur Hardiyanto membenarkan perihal temuan makanan basi.
Secara khusus, pihaknya mengapresiasi langka SPPG yang langsung menarik paket makanan sebelum didistribusikan.
Selain itu, Disdikpora juga mengimbau SPPG bisa menjalin kerja sama dengan dinas terkait di daerah.
Utamanya dinas kesehatan yang memiliki peran untuk uji klinis maskanan. Tujuannya memastikan MBG layak konsumsi dan bermanfaat bagi generasi emas. (gas/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita