Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemilihan Batik Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertoraharjo Sebagai Khas Kulon Progo Dinilai Tidak Fair, Pengusaha Batik Lendah: Minim Info

Anom Bagaskoro • Selasa, 17 Juni 2025 | 23:32 WIB
KONTEMPORER: Hanang membuat batik berlogo gunungan wayang.
KONTEMPORER: Hanang membuat batik berlogo gunungan wayang.

KULON PROGO - Terpilihnya Batik Songsong Agung Ngambararum menimbulkan polemik baru.

Lantaran, beberapa pengusaha batik asal Bumi Binangun justru sama sekali tak mengetahui adanya kompetisi.

Pengusaha Batik Banyu Sabrang Hanang Mintarta mengungkapkan kekecewaannya.

Sebab tak bisa mengikuti kompetisi cipta batik Kulon Progo.

Kekecewaannya bukan tanpa sebab, karena kompetisi itu disebut ajang bergengsi bagi pembatik lokal.

"Tidak ada flyer ataupun pengumuman terkait kompetisi," ucap Hanang, saat ditemui Radar Jogja, Selasa (17/5/2025).

Hanang mengungkapkan, dirinya tergabung dalam asosiasi pembatik Kulon Progo.

Bukannya mendapat informasi terkait kompetisi pembuatan batik khas Kulon Progo, asosiasi justru dikagetkan dengan kabar terpilihnya batik Songsong Agung Ngambararum dan Binangun Kertoraharjo.

Memang pihaknya sempat menerima pesan singkat dari panitia kompetisi batik.

Akan tetapi, panitia hanya menyampaikan agar karya batik segera dikumpulkan untuk melalui kurasi.

Sontak hal itu menimbulkan pertanyaan.

Menurutnya panitia kompetisi sama sekali tak memberikan informasi juknis dan juklaknya.

"Kaget saja, tiba-tiba diminta mengumpulkan hasil karya tanpa ada informasi," ungkapnya.

Hanang mengaku kecewa dengan kompetisi yang dinilai tidak transparan.

Sebagai orang Asli Kulon Progo dirinya ingin ikut berkecimpung dalam kompetisi.

Dengan kemampuannya, memang dia ragu bisa memenangkan kompetisi.

Tetapi, setidaknya kompetisi dapat diikuti oleh pembatik Kulon Progo.

Tak hanya Hanang, beberapa pembatik lain juga mengadu kepadanya tidak mengetahui perihal kompetisi.

Padahal jika dilihat dari kompetensi, kreativitas pembatik Kulon Progo bisa dibilang moncer.

Seperti Hanang yang mampu menciptakan puluhan desain batik kontemporer dalam seminggu.

"Kalau motifnya bagus dan fresh, hanya saja kurang fair," ungkapnya.

Hanang tak mempermasalahkan hasil dari kompetisi yang telah dikurasi oleh ahlinya.

Dari segi motif, Songsong Agung Ngambararum dinilai cukup mewakili Kulon Progo. Utamanya, perihal gunungan binangun yang ditonjolkan.

Sebenarnya, Banyu Sabrang sempat membuatkan batik bertema gunungan.

Akan tetapi batik itu tak didaftarkan ke kompetisi. Lantaran, informasi perihal kompetisi belum diterima pihaknya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono mengungkapkan, pemkab telah membuka kompetisi pembuatan batik Binangun.

Kompetisi merupakan hasil tindaklanjut atas intsruksi Bupati, yang meminta motif batik dikembalikan ke marwahnya yang identik dengan gunungan.

Total 23 peserta yang mengikuti kompetisi tersebut.

"Kompetisi juga melibatkan kurasi yang diwakili dari akademisi, dan seniman," ungkapny. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Minim Info #Binangun Kertoraharjo #Kulon Progo #kompetisi batik #Pengusaha Batik Banyu Sabrang #Khas Kulon Progo #Batik #Motif #Pengusaha Batik Lendah #batik Songsong Agung Ngambararum