Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Sekadar Lembaga Keuangan Mikro, BUMKal Sentolo Kulon Progo Kembangkan Unit Usaha Integrated Farm

Anom Bagaskoro • Jumat, 23 Mei 2025 | 23:44 WIB
PENINJAUAN: Bupati Kulon Progo meninjau lokasi peternakan. 
PENINJAUAN: Bupati Kulon Progo meninjau lokasi peternakan. 

KULON PROGO - Unit usaha badan usaha milik kalurahan (BUMKal) tak hanya bergantung pada lembaga keuangan mikro (LKM).

BUMKal bisa mengembangkan berbagai unit usaha.

Seperti yang dilakukan BUMKal Sentolo.

Mulai 2025 ini BUMKal Sentolo mengembangkan sektor peternakan.

Direktur BUMKal Sentolo Imam Nur Aji menjelaskan, BUMKal Sentolo tidak hanya difokuskan pada unit usaha simpan pinjam, melainkan pengembangan unit usaha lain.

Nah, unit usaha yang paling potensial adalah sektor peternakan.

Hal ini dilakukan untuk mendukung ketahanan pangan.

"Sejalan program pemerintah terkait ketahanan pangan," jelas Imam, Jumat (23/5/2025).

Unit usaha peternakan dipilih lantaran, sebagian besar masyarakat Kalurahan Sentolo memiliki ternak.

Namun, pengelolaan ternak yang mereka lakukan tak optimal dan tak menguntungkan.

Melihat potensi itu, pihaknya memulai unit usaha peternakan.

Tak ingin untung sendiri, pihaknya mulai menggandeng peternak lokal kalurahan termasuk masyarakat yang tergambung dalam kelompok ternak.

Mereka dijadikan mitra BUMKal yang mendapatkan berbagai keuntungan.

Peternak mitra mendapatkan pelatihan intensif untuk memaksimalkan pengelolaan ternak.

Seperti, penggunaan pakan silase, penggemukan hewan ternak, hingga penjualan hewan ternak.

"Keuntungannya bukan hanya sampai situ, peternak bisa menjual kohe atau kotoran ternak ke kami," ujarnya.

Tidak hanya fokus pada jual beli hewan ternak, BUMKal juga mengajak peternak mendapatkan keuntungan lebih.

Salah satunya menjual kotoran ternak kambing ke unit usaha.

Nantinya, unit usaha akan mengolah kotoran menjadi pupuk yang siap diperjualbelikan ke pasar.

Langkah ini menjadi tambahan penghasilan peternak, sambil menunggu hewan ternak siap dijual.

Jika hewan ternak siap dijual, BUMKal akan memfasilitasi penjualan.

Tak hanya berkutat di Kulon Progo, jaringan penjualan akan mengarah ke luar daerah.

Tujuannya, agar harga kambing mendapat nilai maksimal.

"Jadi keuntungannya bukan hanya dari penjualan ternak, tapi dari sistem hilirisasi yang ada," tegasnya.

Tak hanya menjual kotoran ternak, peternak diarahkan untuk membuat pakan penggemukan yang optimal.

Hijauan yang dipupuk menggunakan kotoran kohee juga mampu memangkas beban produksi.

Hilirisasi produk peternakan berlangsung sejak awal Januari.

BUMKal kini mulai menata pengembangan integrated farm bersama masyarakat sekitar.

Sebab dari peternakan yang ada bisa dikembangkan menjadi pertanian hingga perikanan.

"Keuntungan kami tak hanya diambil dari hilirisasi, tetapi juga integrated farm," ungkapnya.

Pengembangan unit usaha peternakan mengarah ke integrated farm.

Lantaran, integrated farm dinilai mampu memangkas beban produksi dari sektor pertanian ataupun perikanan.

Imam mencontohkan, kotoran yang telah diolah menjadi pupuk bisa dimanfaatkan di sektor pertanian.

Pengelolaan BUMKal Sentolo ini mampu memikat Bupati Kulon Progo Agung Setyawan.

Agung mengapresiasi langkah BUMKal dalam mengembangkan hilirisasi peternakan dan integrated farm.

"Saya rasa konsepnya luar biasa, ini bisa menjadi contoh BUMKal lainnya," ujarnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Bupati Kulon Progo Agung Setyawan #lembaga keuangan mikro #Kulon Progo #Unit Usaha #integrated farming #sektor peternakan #BUMKal Sentolo