KULON PROGO - Semenjak kepemimpinan Agung-Ambar di Bumi Binangun, transparansi di era digital menjadi sorotan.
Namun, hingga saat ini masih banyak sarpras seperti website hingga media sosial milik OPD pemkab mati suri.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, masih banyak pembenahan yang perlu dilakukan oleh OPD.
Utamanya untuk menyediakan transparansi informasi yang gampang diakses oleh masyarakat luas.
"Sudah kami sampaikan, agar setiap OPD merevitalisasi," ucap Agung, Kamis (15/5/2025).
Agung menjelaskan, revitalisasi sarpras digital paling utama berfokus pada website dan media sosial.
Banyak OPD yang memiliki website tak terurus mengakibatkan website tak bisa diakses.
Selain website, media sosial milik OPD juga perlu dioptimalisasi.
Lantaran, beberapa OPD tak memiliki media sosial seperti instagram, dan facebook.
Sedangkan, OPD yang memiliki media sosial justru tak pernah beraktivitas menggunakan media sosial.
"Sudah saya sampaikan agar setiap OPD menyiapkan admin khusus untuk merawat medsos dan website," ucapnya.
Agung menyampaikan, belum ada ketetapan khusus yang mengatur pelaksanaan optimalisasi website dan medsos.
Pihaknya segera menyusun regulasi, setelah OPD melakukan penataan revitalisasi.
Target optimalisasi akan selesai di pertengahan tahun.
"Ini bukan pansos, tetapi untuk keterbukaan informasi," ujarnya.
Optimalisasi website dan media sosial bukan bertujuan untuk pansos meraih simpati. Namun, bertujuan melaporkan setiap kinerja OPD.
Dengan website yang dikelola OPD, masyarakat bisa memantau langsung kegiatan, dan program.
Selain itu, pentingnya optimalisasi website dan media sosial dilakukan untuk mengakomodir keterbukaan informasi.
Dengan penyediaan informasi di website, masyarakat bisa mengakses apa yang mereka butuhkan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kulon Progo Agung Kurniawan membenarkan kondisi itu.
Beberapa aplikasi buatan pemkab ataupun website belum berjalan optimal.
Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi hal itu. Diantaranya, belum optimalnya penggunaan website dan kebiasaan masyarakat.
"Meamng belum optimal, kebiasaan masyarakat juga menjadi salah satu faktornya," ucapnya.
Kepala dinas yang hobi bersepeda ini mengakui, literasi digital masyarakat Kulon Progo masih sangat kurang.
Akibarnya, banyak masyarakat belum mengoptimaljan penggunaan layanan website ataupun sosmed. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva