KULON PROGO - Musim kemarau segera tiba di Bumi Binangun.
Diprediksi tahun 2025 ini, musim kemarau akan lebih pendek dibanding tahun sebelumnya.
Akan tetapi, BPBD Kulon Progo tetap menghimbau agar masyarakat tetap melakukan panen air hujan.
Plt Kepala BPBD Kulon Progo Heri Darmawan menyampaikan, BMKG telah merilis potensi musim kemarau.
Menurutnya, kemarau lebih pendek dibanding tahun sebelumnya.
"Lebih pendek dibanding tahun sebelumnya, tapi tetap ada potensi kekeringan," ucap Heri, Selasa (29/4/2025).
Heri menyampaikan, potensi kekeringan tetap bisa terjadi.
Beberapa wilayah di Perbukitan Menoreh, seperti Kapanewon Girimulyo, Kokap, dan Samigaluh.
Daerah itu, menjadi langganan kekeringan setiap tahunnya. Serta potensi kekeringan bisa saja terjadi selama musim kemarau.
Pihaknya menghimbau agar masyarakat mulai memanen air hujan.
Sebab, masih ada potensi hujan di beberapa wilayah Bumi Binangun.
Panen air hujan diklaim dapat menangani masalah kesulitan air bersih.
Selain potensi kekeringan, BPBD Kulon Progo memetakan potensi kebakaran selama kemarau.
Terutama kebakaran akibat aktivitas manusia yang secara sengaja atau tidak bisa memantik titik api, baik di pemukiman atau lahan.
"Himbauan selama kemarau, warga jangan membuka lahan dengan membakar," ujarnya.
Di tahun sebelumnya, tren kebakaran terjadi cukup tinggi di Bumi Binangun.
Muncul titik api baru, akibat pembakaran lahan yang dilakukan masyarakat.
Harapannya masyarakat dapat meminimalisir pembukaan lahan dengan metode pembakaran.
Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi BMKG JYogyakarta Warjono menyampaikan, prediksi musim kemarau tahun 2025. Menurutnya, musim kemarau tahun ini tak seperti sebelumnya.
"Prediksi khusus Pulau Jawa, musim kemarau normal tidak seperti tahun sebelumnya," ucap Warjono.
Warjono menjelaskan, puncak musim kemarau terjadi antara Bulan Juni hingga September.
Hal ini sangat normal terjadi dan sangat ideal dibanding tahun lalu. Mengingat tahun 2024, musim kemarau lebih lama, dampak fenomena La Nina. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva