KULON PROGO - Bus Menoreh identik dengan warna hitam. Bus ini melayani trayek dalam provinsi dan mencapai kejayaannya di era tahun 90-an.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Kulon Progo Wahyuniarto menyampaikan, Bus Menoreh merupakan angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP). Hal inilah yang membuat bus ini kerap ditemui di jalan-jalan nasional dari Kota Jogja hingga Kulon Progo. "Trayeknya cukup banyak, terutama saat masa jaya," ungkap Wahyu, Jumat (11/4).
Secara resmi trayek Bus Menoreh melayani Jogja-Wates-Sangon. Namun di masa jayanya trayek Menoreh mencangkup beberapa wilayah. Ia menyaksikan kejayaan Menoreh kala itu, trayek terjauh hingga Terminal Umbulharjo, Jogja.
Di era kejayaannya, Menoreh memiliki puluhan bus. Biasanya melewati jalan nasional dan berhenti ketika penumpang melambaikan tangannya. Tak jarang, penumpang akan menunggu di terminal ataupun tempat pemberhentian yang disediakan.
Selain melayani penumpang antar kota/kabupaten, Menoreh sangat akrab dengan jalan-jalan di Kabupaten Kulon Progo. Seperti namanya, bus ini menjadi angkutan yang kerap kali diandalkan masyarakat Bumi Binangun. Khususnya masyarakat yang hidup di Perbukitan Menoreh. "Dulu ada trayek Samigaluh-Sentolo, nanti kalau ke Wates nyambung bus Menoreh lagi," ungkapnya.
Selain trayek Samigaluh, Menoreh juga melayani trayek dari Kokap hingga Wates. Namun saat itu hanya beberapa Bus Menoreh yang melayani trayek Samigaluh dan Kokap. Membuat bus ini, selalu sesak dipenuhi penumpang.
Wahyu menjelaskan, saat masa sekolah dirinya kerap menjadi penumpang bus ini. Rumahnya di Kapanewon Samigaluh, menjadikan Menoreh sebagai kendaraan utama untuk sampai ke Kapanewon Wates. "Kalau pelajar harganya setengah dari tarif normal, antara Rp 150 sampai Rp 200," ungkapnya.
Tak jarang, minimnya angkutan membuat penumpang perlu berdiri berdesakan. Terutama pelajar yang membayar setengah tarif harus mengalah untuk berdiri sepanjang perjalanan.
Tahun 2000-an, mulai muncul banyak pesaing AKDP lain. Membuat nama Menoreh mulai meredup, terutama melihat kondisi bus. Menoreh yang menggunakan tipe bus modern tergolong keluaran lama. Membuat penumpang enggan menaiki angkutan itu.
Hal itu juga diperparah masifnya kendaraan pribadi. Sebagian besar masyarakat Kulon Progo kini memilih menggunakan kendaraan pribadi. Alhasil, Menoreh kehilangan penumpangnya. (gas/laz)
Editor : Herpri Kartun