Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Banjir di Bulak Rawa Jembangan Tak Kunjung Surut Hingga Tiga Hari, Masyarakat Wadul Ke Bupati Kulon Progo

Anom Bagaskoro • Kamis, 10 April 2025 | 23:54 WIB
IRIGASI: Masyarakat melewati jembatan talang yang digunakan sebagai saluran air. 
IRIGASI: Masyarakat melewati jembatan talang yang digunakan sebagai saluran air. 

 

KULON PROGO - Acara wiwitan di Bulak Rawa Jembangan, Kalurahan Gulurejo diwarnai keluhan masyarakat yang diwakilkan oleh lurah, Kamis (10/4/2025).

Masyarakat mengeluhkan banjir yang merendam lahan pertanian hingga berhari-hari.

Lurah Gulurejo Bejo Santoso menyampaikan, masyarakat mengeluhkan potensi banjir setiap hujan lebat melanda.

Wilayah Gulurejo merupakan bagian hilir dan pertemuan sungai. Sehingga, saat limpahan hujan dari hulu mengumpul maka banjir pasti terjadi.

"Di area bulak ini, banjir bisa bertahan hingga 3-4 hari," ucap Bejo, Kamis (10/4/2025).

Bejo menjelaskan, lahan seluas 115 hektare yang ditanami padi terendam air akibat banjir.

Kondisi itu bukan kali pertama. Hampir setiap tahun, sawah selalu digenangi air banjir yang membuat beberapa tanaman petani rusak.

Munculnya banjir hingga merendam tanaman milik petani diakibatkan adanya pendangkalan sungai.

Sungai dan saluran irigasi yang mengarah ke Sungai Progo mengalami pendangkalan akibat tumpukan sedimentasi.

"Dulu lebarnya 12 meter, sekarang rata-rata lebar sungai hanya dua meter," ungkapnya.

Bejo menjelaskan, pendangkalan tak hanya disebabkan sedimentasi yang terbawa aliran air.

Namun, berkaitan dengan pengikisan talud sungai membuat longsor hingga menutup aliran.

Akibatnya, lebar sungai ikut mengecil karena tertutup tanah talud.

Pihaknya berharap agar pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) melakukan pengerukan.

Lantaran, banjir merusak tanaman masyarakat dan berpotensi menyebabkan gagal panen.

Menanggapi hal itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan telah melihat kondisi yang dikeluhkan masyarakat.

Kejadian banjir di lahan pertanian yang merugikan masyarakat telah terjadi beberapa kali.

"Sudah tiga tahu, tetapi belum ada penanganan sama sekali," ucapnya.

Agung menyempaikan, pihaknya telah berkordinasi dengan BBWSSO untuk melakukan pengerukan.

Khususnya pada Sungai Rawa Jembangan.

Masyarakat diminta bersabar, agar BBBWSSO segera melakukan penanganan.

Turut hadir, Kepala BBBWSSO Gatot Bayuaji menjelaskan pihaknya segera melakukan normalisasi sungai. Saat ditanya Radar Jogja, pihaknya belum bisa menentukan target normalisasi.

"Kami masih perlu melakukan survei lapangan, semoga 2025 bisa terealisasi," ungkapnya.

Gatot menyampaikan, pihaknya berkpmitmen dalam mendukung swasembada panngan.

Sehingga, keluhan petani akan segera ditindaklanjuti. Tujuannya, untuk memberikan semangat dan mengoptimalkan hasil pertanian. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Gulurejo #Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak #Pertanian #Kulon Progo #BBWSSO #Banjir di Bulak Rawa Jembangan #Banjir #irigasi #Wadul #bupati kulon progo #Tak kunjung surut #masyarakat #sungai progo