KULON PROGO - Aktivitas pergerakan transportasi umum seperti bus di Terminal Wates Kulon Progo tampak lesu pada musim mudik Lebaran 2025, apabila dibandingkan 2024 lalu.
Hal ini disebabkan karena turunnya jumlah pengguna moda trasnportasi bus tahun ini.
Kepala Balai Pengelolaan Terminal dan Perparkiran Dinas Perhubungan DIY Agnes Dhiany membenarkan kondisi itu.
Penurunan arus bus dan penumpang di Terminal Wates cukup terasa.
"Menurun 50 persen dibanding dengan tahun sebelumnya," ucap Agnes, Rabu (9/4/2025).
Moda transportasi bus yang kerap menjadi pilihan utama pemudik justru ditinggalkan di tahun ini.
Di Terminal Wates contohnya, selama 16 hari arus mudik dan balik total hanya 1.028 bus yang beroperasi.
Padahal ditahun sebelumnya, pergerakan bus mencapai dua ribu hingga tiga ribu pergerakan.
Jumlah penumpang tahun ini, juga mengalami penyusutan drastis. Lebaran 2025, tercatat hanya ada 10 ribu penumpang menggunakan bus.
Padahal di tahun-tahun sebelumnya, penumpang bus mencapai 20 ribu penumpang. "Faktornya banyak, seperti lesunya perekonomian," ujarnya.
Baca Juga: Dampak Lesunya Pariwisata di Kabupaten Bantul, Hotel Terapkan Unpaid Leave
Agnes menyampaikan, penurunan jumlah penumpang bus diakibatkan lesunya perekonomian menjelang Lebaran.
Kebanyakan pemudik yang berasal dari Jabodetabek memilih tak melakukan mudik di tahun ini. Hal ini, untuk meminimalisir pengeluaran.
Terutama pemudik yang bekerja di Jabodetabek cukup banyak terpengaruh isu pemutusan hubungan kerja (PHK).
Mayoritas pemudik akhirnya memilih menyimpan uangnya agar dapat digunakan di saat perekonomian memburuk.
Kendati begitu, tren penggunaan bus diklaim masih relatif stabil, meski tahun ini penggunaannya turun drastis.
Walaupun banyak moda transportasi lain, bus masih menjadi primadona masyarakat. “Akan tetapi, di tahun ini memang terjadi penurunan signifikan,” sebutya.
Pun selama mudik Lebaran, pihaknya tak menemui temuan pada transportasi bus. Tahun ini, arus pergerakan bus tergolong lancar di Terminal Wates dan Kulon Progo.
Namun, pantauan pihaknya arus justru terpusat di tol tembusan di Kabupaten Sleman. (gas/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita