Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rumah Produksi Oleh-oleh di Kulon Progo Ini Diserbu Pemudik, Pemilik Sebut Tak Seramai Lebaran Sebelumnya

Anom Bagaskoro • Jumat, 4 April 2025 | 21:22 WIB

 

ANTRI: Pembeli oleh-oleh khas Kulon Progo memadati area toko. 
ANTRI: Pembeli oleh-oleh khas Kulon Progo memadati area toko. 

KULON PROGO - Menjelang puncak arus balik, toko oleh-oleh banyak diserbu pemudik.

Hal yang sama juga terlihat di rumah produksi Bakpia dan Wingko Rahmat, di Padukuhan Terbah, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih.

Kendati ramai, penjualan pada lebaran kali ini cenderung mengalami penurunan.

Pemilik tempat produksi Rahmat Sugianto menjelaskan, setiap lebaran rumah produksinya selalu dikunjungi pemudik.

Biasanya pemudik akan memadati rumah produksi sejak lebaran hari pertama.

"Lebih sepi dibanding tahun sebelumnya, ini baru kelihatan ramai setelah hari keempat," ucap Rahmat, Jumat (4/4/2025).

Rahmat menyampaikan, di tahun sebelumnya pemudik sudah banyak memesan oleh-oleh.

Jika dibandingkan tahun ini, pemudik baru mencari oleh-oleh setelah hari keempat. Sehingga, pohaknya memprediksi penurunan penjualan oleh-oleh hingga 50%.

Di lebatan tahun sebelumnya, pihaknya bisa menjual 20 ribu dus wingko dan bakpia per hari.

Namun, lebaran kali ini baru mampu menjual 15 ribu dus per hari.

"Efek ekonomi lesu, dan ada kemungkinan pergeseran hari arus balik," ucapnya.

Rahmat menjelaskan, penurunan penjualan disinyalir akibat dua faktor penyebab.

Panjangnya libur pasca lebaran menjadi salah satu faktornya.

Pasalnya, libur panjang membuat arus balik diperkirakan terjadi pada hari kelima lebaran.

Sehingga, kebanyakan pemudik baru membeli oleh-oleh mulai hari kelima lebaran.

Selain itu, ekonomi yang lesu juga menjadi faktor menurunnya daya beli masyarakat.

Terutama pemudik dari jabodetabek yang lebih memilih untuk menggunakan uang pada kebutuhan pokok.

Perekonomian lesu juga berdampak pada kenaikan bahan baku pembuatan oleh-oleh.

Sementara itu, salah satu pembeli oleh-oleh asal bekasi Azka Niam menjelaskan antusiasnya membeli bakpia dan wingko.

Setiap mudik, keluarganya selalu memastikan membawa oleh-oleh untuk teman kerja ataupun keluarga di perantauan.

"Ini untuk oleh-oleh, dibawa ke Bekasi rencananya besok, jadi mulai mencari hari ini," ungkapnya.

Azka menjelaskan, produk wingko dan bakpia selalu ditunggu orang perantauan.

Lantaran, menjadi produk otentik yang memiliki citarasa yang berbeda.

Sehingga, ketika pulang kampung keluargaanua selalu memastikan membeli wingko dan bakpia sebagai oleh-oleh. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#citarasa #Kulon Progo #daya beli masyarakat #Puncak Arus Mudik #pemudik #rumah produksi Bakpia dan Wingko Rahmat #Bakpia dan Wingko Rahmat #rumah produksi #oleh-oleh #Ekonomi #lebaran