KULON PROGO - Warga Padukuhan Gayam, Kalurahan Banyuroto nekat melakukan perbaikan jalan secara swadaya, patut diacungi jempol.
Mereka ingin, saat lebaran nanti jalan kampung itu mulus dan siap sambut pemudik.
Warga setempat, Isdiarto menyampaikan, warga Padukuhan Gayam telah mengeluhkan jalan rusak sejak 10 tahun terakhir. Yakni di Jalan Sambiroto-Tawang.
Jalan Sambiroto-Tawang sebetulnya berstatus milik kabupaten.
Namun, pada 2023 lalu jalan tersebut diturunkan menjadi jalan desa, tanpa ada perbaikan terlebih dahulu dari pemerintah.
"Sebelumnya sudah melakukan demo dan audiensi, tapi tak segera ditindaklanjuti," ucap Isdiarto, saat ditemui Radar Jogja, Senin (24/3/2025).
Isdiarto menyampaikan, masyarakat telah melakukan berbagai hal supaya jalan diperhatikan pemerintah.
Salah satunya, dengan menggelar aksi protes pemasangan spanduk dan penanaman pohon di jalan rusak.
Namun, langkah itu tak mendapat tanggapan dari pihak terkait.
Tak pantang menyerah, warga lantas melakukan perbaikan jalan secara swadaya.
Dengan merogoh kocek pribadi, warga mengumpulkan uang hingga mencapai Rp 8 juta.
Uang itu, digunakan untuk membeli material pembuatan beton.
Sedangkan, pengerjaan jalan dilakukan secara gotong royong. Kerja bakti mengandalkan tenaga puluhan masyarakat.
Selama dua hari dua malam, proses perbaikan jalan itu pun berlangsung.
Berkat swadaya ini, jalan sepanjang 26 meter telah diperbaiki.
Ia juga menegaskan, secara bertahap jalan akan diperbaiki. Terutama jalan yang rawan terjadi kecelakaan.
"Kekhawatiran kami, karena menjelang lebaran biasanya digunakan sebagai jalur alternatif pemudik," ungkapnya. Sehingga warga bersikeras memperbaiki.
Sebab jalan tersebut menjadi jalur alternatif pemudik untuk pulang kampung dari arah Kapanewon Wates ke Girimulyo.
Isdiarto berharap langkah perbaikan jalan mampu menggugah perhatian pemerintah.
Lantaran, jika hanya mengandalkan swadaya, perbaikan jalan secara menyeluruh tak mungkin terealisasi.
Hal senada disampaikan Bambang Nurcahyo, tokoh masyarakat Kalurahan Banyuroto.
Menurutnya, jalan rusak mengundang kekhawatiran warga akan bahaya kecelakaan.
"Sudah banyak kejadian kecelakaan, saat lebaran semakin ramai kendaraan," ungkapnya.
Bambang menjelaskan, saat lebaran arus kendaraan ramai melewati jalan itu.
Lantaran, Jalan Sambiroto-Tawang merupakan jakur pintasan tercepat.
Jika dibandingkan melewati jalan lain yang sering dilalui pemudik. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva