Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Digitalisasi Transaksi Keuangan di Kulon Progo Dinilai Dapat Menumbuhkan Perekonomian, Begini Kata Bupati!

Anom Bagaskoro • Rabu, 19 Maret 2025 | 23:16 WIB
PEMBAHASAN: Forkopimda mencanangkan digitalisasi keuangan. 
PEMBAHASAN: Forkopimda mencanangkan digitalisasi keuangan. 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo terus menggenjot pemanfaatan digitalisasi keuangan di daerah.

Digitalisasi diklaim dapat menumbuhkan perekonomian di daerah.

Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menyampaikan, era digitalisasi harus disambut.

Tentunya dengan pembangunan kebijakan digitalisasi transaksi keuangan daerah.

"Digitalisasi keuangan telah diterapkan, di antaranya ETPD dan CMS," ucap Agung, saat mebuka sosialisasi digitalisasi keuangan daerah, Rabu (19/3/2025).

Agung menjelaskan, pemkab telah menerapkan digitalisasi keuangan.

Dalam evaluasinya, transformasi ke digital cukup ampuh dalam memangkas biaya operasional administrasi keuangan di daerah.

Dengan digitalisasi, pemkab tak perlu memikirkan kembali terkait operasional pembukuan transaksi konvensional.

Sebab jejak digital telah terekam dengan jelas.

Selain itu, digitalisasi juga mampu memantik pertumbuhan ekonomi.

Klaim ini dinyatakan atas dasar pertumbuhan ekonomi nasionalyang tumbuh akibat ekosistem digital keuangan.

Di daerah, perekonomian dimungkinkan tumbuh, apabila ekosistem digital terbentuk.

Salah satunya dengan menggenjot penggunaan transaksi digital.

"Progeam digitalisasi juga mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan ekosistem dan kemajuan zaman," ucapnya.

Lebih detail, digitalisasi transaksi keuangan juga mampu meningkatkan PAD.

Lantaran, banyak masyarakat yang mulai beralih melakukan pembayaran pajak menggunakan teknologi digital.

Sehingga, pemkab perlu menangkap momentum itu dengan menggenjot digitalisasi.

Agung tak menampik, masih banyak infrastruktur penunjang digitalisasi yang belum terwujud.

Membuat perkembangan digitalisasi berpotensi terhambat. Namun, hal itu dapat diatasi dengan peran kolaborasi antar stakeholder.

Smeentara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Taufik Amrulla menjelaskan, digitalisasi transaksi keuangan di Bumi Binangun telah optimal.

Karena, kinerja digitalisasi terus merangkak setiap tahunnya.

"Kulon Progo peringkat ETPD ke 20 dari 92 kabupaten kota se-Jawa Bali," ujarnya.

Taufik menjelaskan, indeks ETPD Kulon Progo mencapai skor 98% di semester 2 tahun 2024 lalu.

Sedangkan, total transaksi yang menggunakan metode digital dari segmen pajak mencapai Rp 91 miliar dari Rp 221 miliar.

Pihaknya optimis, penilaian EPTD 2024 mampu menorehkan prestasi Kulon Progo untuk bertengfer di posisi 10 besar.

Untuk mencapai target itu, pihaknya mengoptimalkan penggunaan digitalisasi dengan berbagai cara.

Salah satunya, program ASN menggunakan mobile banking. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#bupati #Kulon Progo #keuangan #Agung Setyawan #Transaksi Keuangan #Pemkab Kulon Progo #ASN #digitalisasi #bupati kulon progo #perekonomian #pertumbuhan ekonomi