Kejadian nahas ini terjadi di Padukuhan Kalibondol, Kalurahan Sentolo, Sabtu (15/3).
Kasihumas Polres Kulon Peogo Iptu Sarjoko menyampaikan, tewasnya balita yang baru bisa berjalan itu tak didapati unsur kesengajaan.
Kejadian berawal sekitar pukul 15.30 WIB, balita kembar kakak beradik tengah bermain di depan rumah.
"Saat itu, ibu korban berada di dalam rumah sedang memasak," ucap Iptu Sarjoko, Minggu (16/3).
Iptu Sarjoko menyampaikan, kedua balita itu sebelumnya bermain sedikit menjauh dari halaman rumah.
Rumah korban dilalui selokan saluran irigasi. Tanpa sengaja, korban OAS terpeleset hingga menyebabkan dirinya terjatuh ke dalam saluran.
Kakak kembar korban, sempat menyaksikan kejadian itu dan merespon dengan suara tangisan cukup kebcang.
Mendengar tangisan itu, ibu korban lantas mendatangi anaknya. Sesampainya di lokasi, ibu korban tak mendapati salah satu anaknya.
"Ibu korban sempat mencari anaknya, namun tak menemukan sama sekali," ujarnya.
Masih dalam keadaan panik, ibu korban lantas menghubungi tetangganya.
Melihat kondisi itu, tetangga lantas berinsiatif memeriksa saluran irigasi. Mereka menyusuri aliran selokan hingga ke ujuang yang berbatasan dengan sawah.
Sekitar 300 meter dari lokasi awal, warga menemukan pampers dan rambut yang berada di dalam selokan.
Setelah dilihat seksama, warga menemukan korban dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Terangga yang menemukan lantas membawa korban ke RSUD Nyi Ageng Serang menggunakan sepeda motor.
Sayangnya, korban tak dapat tertolong setelah meminum banyak air selama terseret arus. Tubuh korban tak didapati tanda-tanda kekerasan. (gas)
Editor : Bahana.