Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Motif Geblek Renteng Dilucuti dari Peredaran, Mantan Wabup Kulon Progo Fajar Gegana Speak Up!

Anom Bagaskoro • Jumat, 7 Maret 2025 | 20:28 WIB
COPOT: Personel Satpol PP melepas ornamen batik Geblek Renteng. 
COPOT: Personel Satpol PP melepas ornamen batik Geblek Renteng. 

KULON PROGO - Penarikan motif Geblek Renteng, di kepemimpinan Agung dan Ambar dianggap sebagai tendensi khusus.

Lantaran, motif tersebut telah ada dan melekat sebagai identitas Bumi Binangun.

Wabup Kulon Progo 2017-2022 Fajar Gegana menyampaikan, era kepemimpinan baru biasanya akan muncul perubahan besar-besaran.

Salah satu contohnya, berupa perubahan motif batik identik dari suatu daerah.

"Tentunya ada tendensi politis, entah itu berhubungan dengan tokoh atau yang lainnya," ungkap Fajar, saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (7/3/2025).

Fajar menyampaikan, penarikan batik Geblek Renteng bisa dianggap memiliki tendesi politis.

Terlepas dari siapa yang pertama kali memunculkan batik itu.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo yang kala itu mencentuskan geblek renteng, tentunya masuk dalam pusaran tendensi itu.

Lantaran, geblek renteng cukup melekat sebagai identitas Bumi Binangun yang dicetuskan Hasto Wardoyo.

Akan tetapi, perihal penarikan motif geblek renteng dirinya belum mengetahui pasti alasan di balik penarikan.

"Selera orang berbeda-beda, sewajarnya kami juga harus menghormati," ungkapnya.

Ketua DPC PDIP Kulon Progo itu menyampaikan, dirinya tak mempermasalahkan adanya penarikan motif batik yang dirumuskan kader banteng.

Menurutnya, setiap kepemimpinan wajib dihormati dan dikritisi. Selera pemimpin mau tidak mau akan mempengaruhi kebijakan yang dilaksanakan.

Sehingga, perubahan pasti akan terjadi.

Jika geblek renteng dirubah, maka akan ada motif baru yang diperkenalkan.

Motif Gunungan Pare Anom digadang akan menggantikan motif lama. Fajar menyoroti pentingnya branding ualng jika benar-benar geblek renteng ditarik dari peredaran.

"Motif baru juga harus diminati masyarakat," ucapnya.

Menurutnya, motif baru juga harus mewakili kondisi Bumi Binangun.

Baik dari segi filosofis maupun kebermanfaatnnya bagi masyarakat.

Lantaran, saat geblek renteng diusulkan, motif itu mampu mengena di masyarakat sekitar.

Fajar berharap, jika ada perubahan pada motif identitas Kulon Progo tak membuat geblek renteng hilang di mata masyarakat.

Lantaran, geblek renteng menjadi saksi sejarah Bumi Binangun. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#motif batik #Mantan Wabup Kulon Progo #Motif Gunungan Pare Anom #Fajar gegana #Motif Geblek Renteng #Motif #Fajar Gegana Speak Up #Ketua DPC PDIP Kulon Progo #Geblek Renteng