RADAR JOGJA - Motif Geblek Renteng menjadi motif andalan Kulon Progo.
Selama ini motif yang menyerupai angka delapan itu sudah menjadi ikonik di kabupaten yang berjuluk Bumi Binangun.
Motif ini banyak ditemukan di pakaian batik khas Kulon Progo, hiasan, dekorasi rumah hingga material bangunan yang kaya akan filosofis.
Tak lagi sekadar ikonik dan penuh filosofis, tapi belakangan muncul tafsiran lain mengenai Geblek Renteng.
Motif Geblek Renteng ditarik dari peredaran lantaran disangkut pautkan dengan kepemimpinan Hasto Wardoyo yang dulunya pernah menjabat sebagai Bupati Kulon Progo dua periode.
Periode yang pertama yakni pada 2022-2016. Kemudian berlanjut periode ke dua pada 2017-2022.
Kini Hasto menjabat wali kota Jogja periode 2025-2030.
Asal Muasal Motif Geblek Renteng Kulon Progo
Asal Muasal Motif Geblek Renteng Kulon Progo rupanya hasil kompetisi sayembara membuat motif khas Kulon Progo.
Geblek Renteng merupakan karya siswa SMAN 1 Wates, Kulon Progo Ales Candra Wibawa.
Dia memenangkan sayembara yang digelar pemkab pada Mei 2012 silam.
Motif Geblek Renteng diambil dari makanan khas Kulon Progo geblek atau slondok yang terbuat dari ketela pohon.
Wujud geblek menyerupai angka delapan.
Itu melambangkan jumlah desa dan kelurahan se-Kulon Progo sebanyak 88.
Setelah lima tahun Hasto tak lagi berkuasa muncul tafsir lain.
Angka 8 itu dimaknai sebagai asta atau hasta.
Nama bilangan dalam bahasa Sansekerta.
Dengan begitu, kehadiran angka 8 itu tak bisa dilepaskan dari pengaruh kepemimpinan Hasto.
Selama simbol itu masih terjaga, pengaruh tersebut sampai sekarang masih terasa di Kulon Progo. (gas/kus/mel)
Editor : Meitika Candra Lantiva