KULON PROGO - Dinas Perdagangan (Disdag) Kulon Progo menyiapkan sejumlah operasi pasar selama ramadan.
Tujuannya, untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok yang dikhawatirkan melonjak selam puasa.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perdagangan Kulon Progo Endang Yuliwanti menyampaikan, operasi pasar akan digelar selama ramadan.
Diprediksi pelaksanaan awalnya akan terjadi pada 7 Maret 2025.
"Mulai awal Maret dan sudah disiapkan bahan pokok dengan harga murah," ucap Endang, Senin (3/3/2025).
Endang menyampaikan, operasi pasar akan dilaksanakan selama 14 kali.
Pelaksanaannya akan berlangsung selama ramadan.
Lantaran, untuk menstabilkan harga bahan pokok yang biasanya melonjak drastis.
Pelaksanaan operasi pasar akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Operasi pasar akan dilaksanakan sekali setiap kapanewon.
Selain itu, operasi pasar juga digelar di Alun-Alun Wates.
Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan agenda itu untuk memperoleh komoditas pangan dengan harga terjangkau.
"Setiap komoditas akan mendapat subsidi yang bersumber dari APBD, besarannya Rp 3 ribu," ucapnya.
Setiap lokasi operasi pasar disediakan komoditas pangan dengan jumlah 5,1 ton.
Komoditas yang diperjualbelikan juga memiliki harga dibawah pasar.
Lantaran, pemerintah telah memberikan subsidi berupa pemotongan harga per kilogram ataupun liter.
Komoditas pangan yang diperjual belikan diantaranya, beras, gula, minyak, terigu, dan bahan pokok lainnya.
Endang berharap masyarakat dapat mengikuti operasi pasar.
Lantaran, kegiatan ini memang dikhususkan ke masyarakat.
Terutama saat ramadan dan idul fitri harga kebutuhan pokok terkadang melonjak.
Lonjakan harga kebutuhan pokok telah terpantau dinas perdagangan.
Beberapa komoditas yang paling dicari secara bertahap mengalami keniakan seminggi menjelang ramadhan.
Hal ini juga dibenarkan pedagang daging ayam di Pasar Wates Sumarni.
Menurutnya, kenaikan harga ayam telah terpantau sebelum ramadan.
Sebelum ramadan tepatnya seminggu, harga ayam di angka Rp 34 ribu.
"Sekarang sudah naik jadi Rp 36 ribu," ucapnya.
Sumarni menyampaikan, daging ayam memang diminati pembeli terutama menjelang ramadan.
Sedangkan, distribusi daging tak ada kenaikan mengikuti laju permintaan.
Sehingga, harga daging ayam cenderung naik selama ramadan. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva