Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Robohnya Jembatan Srandakan Lama Berpotensi Merusak Jembatan 2, Terkikis Aliran Sungai Kini Sudah Terlihat Dasarnya

Anom Bagaskoro • Sabtu, 8 Februari 2025 | 04:10 WIB

 

Kondisi Jembatan Srandakan lama yang roboh karena derasnya aliran Kali Progo Jumat (7/2/2025).
Kondisi Jembatan Srandakan lama yang roboh karena derasnya aliran Kali Progo Jumat (7/2/2025).
 

KULON PROGO - Pasca-robohnya Jembatan Srandakan lama setelah tiang penyangga tak mampu menahan debit air, juga berpotensi merusak Jembatan Srandakan 2 (baru). Kepala Bidang Kedaruratan Logistik, Pemadaman Kebakaran, dan Keselamatan BPBD Kulon Progo Akhid Nur Hartono menyampaikan, sebelumnya jembatan itu telah mengalami kerusakan ditandai dengan penurunan elevasi.

 "Salah satu dampak jebolnya Dam Srandakan membuat debit air mengalir deras," ucap Akhid saat ditemui Radar Jogja di Jembatan Srandakan Jumat (7/2/2025).

Akhid menyampaikan, jembolnya Dam Srandakan menjadi salah satu faktor mempercepat kerusakan jembatan. Lantaran debit air melaju dengan deras. Ini membuat dasar jembatan tergerus hingga pada akhirnya pondasi jembatan terbawa aliran sungai.

Sebelum roboh, tiang penyangga jembatan sempat menggantung tanpa mendapatkan landasan. Pada akhirnya jalan di atas jembatan ambrol sepanjang 10 meter. Hal ini membuat Jembatan Srandakan lama terputus.

Jika melihat letaknya, jembatan ini masuk wilayah administrasi Kabupaten Kulon Progo. Walaupun bernama Srandakan. Hal ini ditandai dengan posisi batas wilayah yang masih masuk Kulon Progo. "Kemarin kami sudah berdiskusi dengan BPBD Bantul dan BBWSSO," ucapnya.

Akhid menyampaikan, BPBD Kulon Progo telah resmi bersurat ke BBWSSO untuk meminta usulan perbaikan berupa pembenahan Dam Srandakan. Tujuannya agar aliran Kali Progo kembali normal dan tak menggerus dasar jembatan. Usulan itu juga diperkuat dengan SK tanggap darurat bencana yang dimiliki Kulon Progo.

Perbaikan Dam Srandakan dinilai sangat penting. Pasalnya, kondisi Sungai Progo memiliki arus yang deras, terutama saat musim hujan. Ada bendungan dapat mengontrol laju air. Sehingga, potensi erosi dasar tanah dapat diminimalisasi. "Dasarnya terkikis aliran, jembatan baru juga sudah terlihat dasarnya," ungkapnya.

Akhid menyampaikan, Jembatan Srandakan 2 juga berpotensi mengalami kerusakan. Lantaran pondasi telapak dan tiang pancang sudah terlihat akibat tergerusnya tanah dasar. Bagian tiang yang tergerus berada di sisi barat dan timur jembatan baru.

Selain erosi akibat aliran sungai, Jembatan Srandakan 2 itu berpotensi dihantam reruntuhan jembatan lama. Lantaran kondisi debit air dapat menyeret bangkai bangunan hingga menabrak tiang jembatan baru.

 

Sementara itu, Lurah Brosot Yuli Purwantoro menyampaikan kekhawatirannya pasca-ambrolnya Jembatan Srandakan lama. Saat ini kondisi Sungai Progo sedang dalam fase aliran deras. Terdapat potensi aliran menggerus jembatan baru. "Di bagian timur dan barat jembatan sudah terlihat sepatu jembatannya," ungkapnya.

Yuli menyampaikan, selain khawatir dengan kondisi jembatan baru, pihaknya juga khawatir dengan arah aliran Kali Progo. Lantaran setiap kali musim hujan arah aliran air mengarah ke bagian barat. Akibatnya bantaran sungai mengalami longsor. (gas/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Dam Srandakan #Jembatan Srandakan Lama #BBWSSO #kali progo #BPBD Kulon Progo #BPBD Bantul #tiang penyangga #debit air #kabupaten kulon progo #merusak #Jembatan Srandakan 2 #Berpotensi #Brosot