KULON PROGO - Refocusing anggaran atas kebijakan makan bergizi gratis (MBG) dipastikan tak akan berdampak pada proyek strategis daerah (PSD).
Lantaran, di tahun 2024 PSD telah berjalan dan tak memungkinkan untuk diberhentikan maupun dikurangi pagu anggarannya.
Kepala Bappeda Riset Inovasi Kulon Progo Aris Nugroho menyampaikan, alasan di balik PSD tak terdampak refocusing anggaran.
Menurutnya, terdapat tiga proyek yang tak terdampak optimalisasi anggaran.
"Ada relokasi SD SMP terpadu, pembangunan JPO, dan pembangunan PLUT," ucap Aris, Jumat (31/1/2025).
Dengan rincian penganggaran pembangunan SD dan SMP Terpadu senilai Rp 4 miliar.
Kemudian pembangunan kios cinderamata Rp 2,2 miliar dan Pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) memiliki pagu Rp 5,5 miliar.
Ketiga proyek strategis tak tersentuh pengurangan anggaran, akibat sifatnya yang berkelanjutan.
Misalnya, relokasi SD SMP terpadu yang tidak bisa dihentikan secara mendadak.
Lantaran, pembangunannya telah dilakukan secara bertahap selama 2 tahun terakhir.
Selain itu, bangunan sekolah dasar akan segera digunakan pada tahun ajaran 2025/2026.
Sehingga, proses pembangunan dan pengadaannya tak boleh terhambat.
Sedangkan, untuk pembangunan gedung SMP tidak memungkinkan untuk dihentikan.
Alasannya berkaitan dengan target penyelesaian dan fungsional bangunan.
"Untuk JPO memang tidak terkena pemangkasan, karena sifatnya cukup strategis," ujarnya.
Aria menyampaikan, jembatan penyebrangan orang di bekas perlintasan kereta teteg wetan tak mengalamu pemangkasan.
Lantaran, JPO telah mencapai tahap akhir dan segera di fungsikan di tahun 2025.
Fasilitas penyebrangan ini, tak akan ditunda pembangunannya karena bersifat pelayanan pada masyarakat.
Sedangkan, Pembangunan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) juga tak mengalamu pengurangan anggaran.
Lantaran, alokasi anggarannya berasal dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Selain proyek strategis, beberapa program juga tak mengalami pemangkasan. Salah stunya program cetak sawah baru.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan program cetak swah baru yang terlaksana di 2024.
Terdapat 74 hektar swah yang tergusur pembangunan tol.
Nantinya, cetak swah dilaksanakan secara bertahap untuk menutupi pengalihan lahan sawah.
"Dari tahun 2015 hingga 2023 sudah ada 150 hektare, jadi akan bertahap di tahun selanjutnya," ujarnya. (gas)