Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masih Menjadi PR Pemkab, Pengentasan RTLH di Kulon Progo Perlu Digenjot. Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekda: Kurang Lebih Ada Lima Ribu RTLH

Anom Bagaskoro • Kamis, 30 Januari 2025 | 23:25 WIB
PRIHATIN: Kondisi rumah Ngatiyem membutuhkan uluran tangan pemerintah. 
PRIHATIN: Kondisi rumah Ngatiyem membutuhkan uluran tangan pemerintah. 

KULON PROGO - Pemkab Kulon Progo masih memiliki pekerjaan pengentasan rumah tak layak huni (RTLH).

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekda Kulon Progo Agus Hidayat menyampaikan tercatat sebanyak lima ribu rumah warga tidak layak huni. 

"Memang masih banyak, kurang lebih ada lima ribu RTLH," ucap Agus, saat ditemui Radar Jogja pada penyaluran RTLH 2025 di Padukuhan Pengkol, Kalurahan Gulurejo, Lendah, Kamis (30/1/2025).

Agus menyampaikan, adanya RTLH karena perekonomian masyarakt masih di taraf miskin.

Jika dilihat dari jumlahnya, Kapanewon Girimulyo dan Samigaluh menjadi kapanewon terbanyak yang memiliki RTLH.

Lantaran, masih banyak rumah warga yang tak memenuhi standar rumah layak huni.

Kebanyakan rumah tak layak huni di Kulon Progo biasanya tak memenuhi unsur ruang, yaitu luasan 9 m² untuk 1 penghuni rumah.

Selain itu, masih banyak rumah yang menggunakan alas tanah liat dan atap yang rusak.

Sarpras kebutuhan MCK yang tak tersedia juga masih sering ditemui di Bumi Binangun.

"Kami optimis bisa segera mengentaskan secara bertahap," ujarnya.

Agus menyampaikan, pengentasan RTLH terus digenjot pemkab.

Seperti di tahun 2024 lalu, terdapat penggelontoran bantuan RTLH sejumlah 191 keluarga.

Sedangkan di tahun 2025 ini, pemkab terus mengoptimalkan bantuan RTLH melalui skema kerjasama mitra dan CSR.

Seperti yang dilakukan di Rumah Ngatiyem penerima bantuan RTLH.

Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menyampaikan, di akhir bulan Januari ada 6 lokasi penerima RTLH.

5 di antaranya merupakan rumah warga ber-KTP Kapanewon Lendah, dan 1 Penerima asal Panjatan.

"Ini kebutuhan primer, jadi memang harus dibantu," ucap Siwi.

Siwi menyampaikan, rumah layak huni merupakan kebutuhan primer manusia setelah sandang dan pangan.

Dia mengakui masih banyak RTLH yang perlu uluran tangan pemerintah.

Namun, tak hanya pemerintah saja yang berhak membantu.

Melainkan pihak lain juga bisa ikut serta sebagai mitra.

Salah satu mitra penyaluran RTLH di Kulon Progo yaitu Baznas dan CSR BPD DIY.

Melalui mitra itu, diharapkan mampu mempercepat pengentasan RTLH.

Sementara itu, penerima bantuan RTLH Ngatiyem menyampaikan rasa syukurnya.

Ngatiyem sekeluarga menerima Rp 20 juta untuk membangun rumah.

Sebelumnya, dirinya telah membangun rumah dan berhenti akibat kurangnya pendanaan.

"Sudah tinggal 2,5 tahun di gubuk ini, sempat membangun tetapi terhambat biaya," ucapnya

Rumah yang ditinggali saat ini berukuran 18 meter persegi digunakan untuk 4 anggota keluarga.

Selain itu, rumahnya didirikan menggunakan dinding sementara berupa galvalum, dan tak memiliki dapur ataupun wc yang representatif.

Keberadaan bantuan dinilai cukup membantu.

Namun, di sisi lain Ngatiyem khawatir tak mampu melaksanakan perbaikan sesuai kriteria.

Lantaran, nominal dinilai kecil, perlu kejelian dalam menerapkan bantuan perbaikan.

"Kami mengusahakan agar bangunan selesai berdiri dan masuk kriteria," ujarnya. (gas)

 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#bantuan RTLH #Girimulyo #pr #pemkab #Kabag Kesejahteraan Rakyat Sekda #Kulon Progo #rtlh #lendah #pengentasan #pengentasan rumah tak layak huni #rumah tak layak huni #Pemkab Kulon Progo #Samigaluh #CSR