KULON PROGO - Gerakan Beli Produk Cabai di Kulon Progo kembali digelar ditengah harga cabai yang kian meroket.
Kegiatan ini digelar di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo, Senin (20/1/2025) kolaborasi dengan petani cabai setempat.
Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Dispertapa Kulon Progo Wazan Muzakir mengatakan, gerakan ini merupakan komitmen antara pemerintah dengan petani dalam menjaga inflasi.
Tak hanya saat naik, saat harga cabai merosot pun gerakan ini turut digelar.
"Sudah ada komitmen antara pemerintah dan petani, untuk timbal balik," ucap Wazan, saat ditemui Radar Jogja, Senin (20/1/2025).
Sebelumnya, gerakan ini juga telah dilakukan pada November 2024 lalu saat harga cabai melemah.
Saat itu, harga cabai merosot jauh hingga di bawah Rp 10 ribu per kilogram.
Di awal Januari 2025 harga cabai melonjak 10 kali lipat menyentuh Rp 100 ribu per kilogram.
"Sehingga, Dinas Pertanian dan Pangan kembali mengadakan kegiatan ini," tuturnya.
Saat harga turun, gerakan cabai membeli harga sesuai Break Even Point (BEP) dan keuntungan dengan nilai Rp 15 ribu per kilogram.
Sedangkan saat harga naik drastis, gerakan membeli harga yang hampir sama sekitar Rp 15 ribu per setengah kilogram untuk cabai merah keriting.
Sedangkan untuk cabai merah rawit diangka Rp 20 ribu per setengah kilogram.
"Untuk yang pesan sudah 100 kilogram, dan kami masih ada stok dari petani," ucapnya.
Komitmen petani terbentuk tak hanya karena mereka mendapat bantuan saat harga cabai merosot.
Namun, karena petani cabai terutama wilayah pesisir telah menerima banyak bantuan dari kementerian.
Khusus di daerah sentra cabai (chapion cabai) akan mendapatkan penggelontoran dana untuk pertanian.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapakan dapat mendukung pengendalian inflasi.
Lantaran, harga cabai sangat mempengaruhi perputaran ekonomi.
Walaupun saat ini, tren harga cabai cenderung turun dari Rp 100 ribu per kilogram menjadi Rp 70 ribu per kilogram.
Salah satu pembeli Nani asal Durungan Wates mengapresiasi langkah tersebut.
Lantaran, kondisi harga cabai dinilai sangat memberatkan ibu rumah tangga sepertinya.
Harga cabai di pasar mencapai Rp 70 ribu per kilogram.
"Sangat membantu, walaupun sekarang perlahan mulai turun," ucapnya.
Nani menyampaikan, kendati harga cabai telah turun, gerakan cabai dinilai masih membantu.
Lantaran, dirinya mampu mengurangi pengeluaran hingga Rp 20 ribu jika membeli cabai di kegiatan tersebut.
Harga cabai di kegiatan gerakan lebih murah Rp 20 ribu per kilogramnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva