Munculnya surat edaran bupati dan surat edaran bersama Mendagri dan Menkeu.
Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan DPUPKP Kulon Progo Wuriandreza Gigih Muktitama, membenarkan kondisi itu.
Surat Edaran Bupati Nomor 900/0084 yang didasari surat edaran bersama menteri menjadi dasar terganjalnya perbaikan Jalan Cerme Demangan.
"Didasari surat edaran, proses pengadaan perbaikan jalan kami stop menunggu instruksi selanjutnya," ucap Gigih, Minggu (19/1).
Gigih menyampaikan, proses pengusulan perbaikan jalan sebenarnya telah dilakukan pada Juni 2024 lalu.
Kemudian, perbaikan telah disetujui menggunakan dana alokasi khusus (DAK) di tahun 2025 sebanyak Rp 15 miliar untuk perbaikan 2 km ruas Jalan Cerme Demangan.
Namun dipenghujung tahun 2024, muncul surat edaran bersama Mendagri dan Menkeu untuk menunda proses pengadaan yang bersumber dari DAK.
Kemudian surat tersebut kembali ditegaskan pada Januari melalui surat edaran bupati. Sehingga, proses pengadaan untuk perbaikan jalan sampai saat ini tertunda.
Jika tidak ada surat edaran itu, Jalan Cerme Demangan diprediksi mendapat perbaikan sekitar pertengahan tahun 2025.
Dengan keluarnya surat edara tersebut, proses perbaikan terancam tertunda. Lantaran, pihaknya perlu mempersiapkan pengadaan, tender, hingga pelaksanaan proses perbaikan jalan.
"Kalau sudah ada instruksi, kami akan segera melakukan pengadaan dan proses konstruksi," ucapnya.
Gigih menjelaskan, kondisi Jalan Cerme Demangan memang menjadi prioritas, sehingga menggunakan DAK.
Lantaran, kondisi jalan telah rusak sepenuhnya. Selain itu, Jalan Cerme Demangan jarang mendapatkan perwatan, akibat keterbatasan anggaran daerah.
Sebelumnya, Jalan Cerme Demangan sempat memancing perhatian publik.
Pasalnya, masyarakat memasang berbagai banner sindiran yang menggambarkan kondisi jalan tersebut.
Banyak warga serta pengguna jalan memang mengeluhkan kerusakan jalan itu. Salah satunya Sutapa yang mengeluhkan kerusakan.
"Sudah 10 tahun tidak diperbaiki, sudah bukan jalan lagi," ucapnya.
Sutapa menyampaikan, jalan mengalami rusak parah. Tak hanya berlubang, jalan juga bergelombang.
Bahkan banyak pengguna jalan celaka akibat kerusakan tersebut. (gas)
Editor : Bahana.