KULON PROGO - Pembentukan satuan tugas pengadaan Tol Jogja-YIA menjadi nafas segar bagi warga terdampak di tiga kalurahan.
Lantaran, mereka sudah menanti tahapan pengukuran tanah sejak lama.
Tiga kalurahan tersebut, di antaranya Kalurahan Hargorejo, Kulur, dan Kaligintung.
Lurah Kulur Adi Nugroho menyampaikan, pihak BPN Kulon Progo telah meminta pembentukan satgas.
Satgas ini berisi dukuh dan jagabaya sebagai pemangku kepentingan di wilayah kalurahan terdampak Tol Jogja-YIA.
"Satgas bentukan digunakan untuk tahapan pengukuran," ucap Adi, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Jumat (17/1/2025).
Adi menyampaikan, terdapat 3 padukuhan yang terdampak Tol Jogja-YIA.
Sehingga pihak kalurahan mengirimkan 3 dukuh untuk membantu di satgas tersebut.
Ketugasan mereka berupa membantu memetakan bidang tanah terdampak, selama proses pengukuran.
Adanya pembentukan satgas pengukuran justru menjadi angin segar di kalurahannya.
Lantaran, sebagai lurah dirinya selalu ditekan masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai pengadaan tanah tol.
Padahal, kalurahan sama sekali tak mengetahui kondisi pengadaan tol.
"Warga memang sudah menanti, jadi selalu bertanya kapan ganti untungnya," ucapnya.
Adi menggambarkan, kondisi psikologis masyarakat terdampak memang menanti tahapan pengukuran.
Pasalnya, sudah 3 tahun berlalu patok tol tertancap di lahan mereka dan sama sekali tak ada pengukuran.
Akibatnya, masyarakat kebingungan mencari informasi perkembangan tol.
Selain itu, sebagian besar masyarakat telah bersiap untuk berpindah, karena percaya tanah mereka akan tergusur tol.
Tak tanggung-tanggung, sebagian masyarakat juga telah membangun rumah baru.
Sehingga, ketika kabar pengadaan tol mandeg membuat mereka khawatir.
Hal yang sama juga disampaikan Lurah Kaligintung Mukholis Fuad.
Masyarakatnya sudah tahu betuk tentang pengadaan tanah Tol Jogja YIA, karena telah mendapat sosialiasasi beberapa tahun yang lalu.
Mereka juga telah menyatakan kerelaan tanah mereka untuk pembangunan PSN.
"Memang sudah menunggu kemajuan pengadaan tanah, karena sudah cukup lama," ucapnya.
Berkaca dari pengalaman pengadaan tanah untuk rel kereta api YIA, warga beranggapan proses pengadaan berlangsung lebih cepat.
Baca Juga: Kembangkan Sepak Bola Wanita, PSSI Jalin Kerja Sama dengan UNESA
Hal itulah yang membuat, masyarakat terdampak segera mencari tanah atau rumah pengganti.
Tujuannya agar saat terjadi penggusuran, mereka dapat langsung menempati.
Namun, hal itu tak terjadi di kasus pengadaan Tol Jogja YIA.
Kebanyakan warga telah meminjam dan membuat rumah pengganti menggunakan uang dari hasil pinjaman.
Sehingga, ketika proses pengadaan tanah berhenti maka warga khawatir.
"Sudah ada warga yang menjaminkan tanah untuk memperoleh pinjaman bank," ucapnya. (gas)
Data grafis:
1. Bidang tanah terdampak di Hargorejo 132 bidang di 3 padukuhan.
2. Bidang tanah terdampak di Kulur 250 bidang di 3 padukuhan.
3. Bidang tanah terdampak di Kaligintung 186 bidang dari 3 padukuhan.
4. Setiap kalurahan mengirimkan personil untuk satgas A dan B.
Editor : Meitika Candra Lantiva