KULON PROGO - Program makan bergizi gratis (MBG) yang sudah berjalan di Kulon Progo sejak Senin (13/1/2025), ternyata berdampak ke penurunan omzet penjual kantin sekolah. Seperti di kantin SMPN 1 Sentolo.
Pengelola kantin SMPN 1 Sentolo Yuliawan, penurunan omzet mencapai separo. Namun dia tidak menyebutkan secara rinci. Penurunan dikarenakan siswa tak lagi membeli makanan berat.
"Untungnya, sebagian anak-anak masih jajan makanan ringan," tuturnya.
Yuli pun menyiasati turunnya omzet dengan tidak menjual makanan berat, dan berfokus menjajakan makanan ringan saja. Selain mengatasi kerugian, menjual makanan berat tak sesuai dengan karakteristik siswa SMP yang telah menerima program MBG. Lantaran, siswa SMP biasanya mengakhiri jam pelajaran di siang hari. Sehingga, dagangan makanan beratnya berpotensi tak laku.
Pemilik kantin lainnya, Jagat juga mengeluhkan hal yang sama. Sejak munculnya uji coba MBG, penurunan omzetnya mencapai lima persen. "Biasanya Rp 600 ribu sehari, sekarang Rp 500 ribu hingga Rp 550 ribu," ucapnya.
Jagat menduga, turunnya angka penjualan akibat siswa sekolah memilih tidak membelanjakan uang sakunya. Lantaran, mereka telah merasa kenyang setelah memakan hidangan MBG.
Selain itu, sebagian orang tua juga mengurangi jumlah uang saku anaknya. Lantaran, program MBG membuat orang tua tak khawatir dengan makan-minum anak-anaknya.
Kendati omzetnya penjualnnya turun, Jagat mengaku tetap mendukung program itu. Lantaran, program tersebut dinilai revolusioner. Di sisi lain, dirinya memilih tetap berjualan di kantin dengan menyiasati jumlah dan jenis makanan yang dijual. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita