Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sempat Jadi Primadona, Objek Kalibiru di Kulon Progo Kini Tak Banyak Lagi Dikunjungi Wisatawan

Anom Bagaskoro • Senin, 13 Januari 2025 | 14:45 WIB

 

 

SEPI: Salah satu spot foto favorit di objek wisata Kalibiru, Kokap, Kulon Progo yang kini tak lagi ada pengunjung.
SEPI: Salah satu spot foto favorit di objek wisata Kalibiru, Kokap, Kulon Progo yang kini tak lagi ada pengunjung.
 

KULON PROGO - Menjadi primadona di tahun 2014 hingga 2018, kini Objek Wisata Kalibiru mulai ditinggalkan pengunjung. Tempat wisata ini terletak di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, Kulon Progo dan sudah beroperasi sejak tahun 2010.

Kendati sempat menjadi favorit, kini Kalibiru mulai lesu. Bahkan momen libur Nataru lalu jumlah wisatawan tidak sampai ribuan orang. Padahal keberlangsungan objek wisata ini sangat dibutuhkan masyarakat sekitar.

Pengelola Objek Wisata Kalibiru Sumarjana mengakui, terjadi penurunan drastis jumlah pengunjung. Pada libur Nataru lalu jumlah kunjungan hanya berkisar 900 orang. Jumlah ini terus mengalami penurunan dibandingkan momen serupa 2023.

"Tahun sebelumnya dua ribu pengunjung, sekarang tidak sampai seribu," ucap Sumarjana saat ditemui Radar Jogja (3/1).

Ia menyampaikan, turunnya jumlah kunjungan terjadi saat pandemi Covid-19. Saat itu Kalibiru ditutup selama delapan bulan membuat momentum kunjungan menghilang seketika. Dampak penutupan dirasakan hingga sekarang. Pengunjung pun terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Padahal di masa jayanya, objek wisata yang didirikan atas dasar pemberdayaan masyarakat ini mampu menarik kunjungan hingga puluhan ribu wisatawan per tahun. Tahun 2017 menjadi saksinya, terdapat 45 ribu pengunjung yang singgah di Kalibiru. Bahkan selama musim libur Nataru, dalam seminggu Kalibiru mampu menarik tujuh ribu pengunjung. "Penurunan drastis hampir 90 persen. Bisa bertahan sekarang sudah alhamdulillah," ucapnya.

Menurutnya, di hari normal kunjungan ke Kalibiru cukup sepi. Bahkan selama satu bulan, tidak mencapai angka ribuan orang. Tentu hal ini berdampak pada pengelolaan objek wisata. Lantaran Kalibiru dibangun atas dasar pemberdayaan dan modal masyarakat sekitar.

Jika berkunjung ke Kalibiru saat ini, banyak wahana yang dulu digandrungi pengunjung kini tak terawat. Lantaran pengelola tidak memiliki anggaran perawatan, karena kunjungan mempengaruhi pendapatan.

Masa jaya Kalibiru dapat memberdayakan sekitar 120 masyarakat sekitar. Di antaranya 80 pegawai tetap dan 40 pekerja freelance.

Sepinya pengunjung membuat pengelola mengurangi pegawai hingga saat ini hanya berjumlah 15 orang. "Selain pandemi, sekarang banyak bermunculan wisata yang mirip dengan investor yang jor-joran," ucapnya.

Sumarjana menyampaikan, pandemi bukanlah faktor utama penyebab turunnya kunjungan. Pasalnya, jika hanya pandemi jumlah kunjungan akan naik kembali setelah 2022. Namun, kunjungan justru semakin anjlok.

Faktor bertambahnya objek wisata sejenis diduga membuat turunnya jumlah kunjungan ke Kalibiru. Terlebih objek wisata itu didukung investor yang memiliki modal besar untuk mengembangkan wisata.

Berbeda dengan Kalibiru yang memiliki modal dari masyarakat dan cenderung minim. Ini yang membuat Kalibiru tak bisa berkembang dan berakhir ditinggal pengunjung. "Harapannya ada bantuan dari pemda, karena ini pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Sumarjana berharap ada uluran tangan dari pemerintah. Bukan hanya bersifat bantuan berupa promosi wisata atau budaya yang sering dilakukan oleh dinas terkait. Kalibiru dinilai membutuhkan dana untuk mengembangkan infrastruktur pendukung untuk bersaing dengan objek wisata sejenis. (gas/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Objek Wisata #nataru #kalibiru #Kulon Progo #Primadona #kunjungan #pengunjung #ditinggalkan #favorit #Kalurahan Hargowilis #pandemi covid 19 #Pemberdayaan Masyarakat #momen libur #Wisatawan #Kapanewon Kokap