KULON PROGO - Proses pencarian Aan Anugrah (28) ABK perahu Gerbang Segoro yang terbalik di Pantai Congot masih terus berlanjut. Sayangnya, proses pencarian terkendala cuaca buruk yang melanda wilayah selatan Bumi Binangun.
Sebelumnya, kejadian nahas menimpa dua orang nelayan dari Pantai Congot. Keduanya, melaut dengan menggunakan perahu Gerbang Segoro. Saat hendak menepi ke daratan, perahu mereka dihantam ombak tinggi. Seketika perahu kecil itu terbalik, membuat tekong Mareta Ryan Affandi (27) dan ABK Aan Anugrah (28) masuk ke dalam lautan.
Akibat insiden itu, tekong meninggal dunia setelah berhasil diselamatkan dan mendapatkan perawatan. Sedangkan ABK masih dalam pencarian akibat terseret ombak.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko menyebut, cuaca buruk berupa angin kencang, mendung dan hujan di pesisir pantai membuat pihaknya tak bisa melakukan penyisiran di perairan. "Sempat kami coba menembus ombak, tetapi cuaca semakin buruk bahkan di hari ini," ucap Aris, Minggu (5/1).
Aris menyampaikan, proses pencarian ABK direncanakan menggunakan perahu sejak hari pertama atau pasca-terbaliknya kapal. Namun, kondisi cuaca berubah membuat proses pencarian di perairan tak bisa dilakukan. Bahkan beberapa kali, Tim SAR Gabungan sempat menembus ombak untuk mencari korban. Sayangnya, usaha mereka belum membuahkan hasil.
Hari kedua proses pencarian juga terhambat cuaca buruk. Lantaran, tingginya ombak menghambat pergerakan perahu di lautan. Akhirnya, Tim SAR Gabungan memutuskan melanjutkan pencarian menggunakan metode penyisiran. "Kami membagi empat tim penyisiran jalur darat," ucapnya.
Aris menyampaikan, proses pencarian korban dilanjutkan dengan penyisiran di sepanjang pesisir Bumi Binangun. Terdapat empat tim, yang menyisir area yang telah dipetakan. Diantaranya, penyisiran Pantai Congot hingga TPI Bayeman, TPI Bayeman hingga Menara Bandara, Menara Bandara hingga labuhan, dan labuhan hingga pemecah ombak Pantai Glagah. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo