KULON PROGO - Awal tahun 2025, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo memetakan jalan rusak milik kabupaten akibat bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo menyampaikan, terdapat lima ruas jalan kabupaten yang terancam rusak dan tidak bisa digunakan.
"Ada lima ruas jalan, rata-rata di kawasan utara Kulon Progo," ucap Nur, saat ditemui Radar Jogja di ruang kerjanya, Jumat (3/1/2025).
Nur menyampaikan, jalan tersebut rusak karena pengikisan.
Terdapat retakan pada bahu maupun badan jalan.
Ruas Jalan Boro-Gerbosari contohnya. Di bagian badan jalan terdapat retakan sepanjang 20 meter.
Retakan tersebut disebabkan oleh pergerakan tanah lantaran lokasinya berada di antara tebing dan jurang.
"Jika tak segera ditambal, akan berpotensi ambrol dan memakan badan jalan. Celah retakan bisa dimasuki air dan berpotensi longsor," ungkap Nur.
Selain itu, terdapat empat ruas jalan yang telah mengalami kerusakan berupa longsor pada bahu jalan maupun tanggul.
Di antaranya, Ruas Jalan Clereng-Sukomoyo, Plampang-Kalirejo, Gotakan-Jurangjero, dan Tretes-Nglinggo.
Nur menyebut, Ruas Jalan Clereng-Sukomoyo mengalami longsor pada bahu jalan.
Jika Bumi Binangun diguyur hujan deras selam 24 jam dengan intesitas tinggi maka longsor berpotensi meluas hingga dapat menyebabkan akses terputus.
"Faktor geografis sangat berpengaruh, sebagian besar memang berada di daerah rawan longsor," tuturnya.
Nur menuturkan, kerusakan tidak bisa langsung tertangani. Lantaran, perlu pengajuan anggaran untuk perbaikan menyeluruh.
Tetapi, pihaknya memiliki opsi penggunaan anggaran biaya tak terduga (BTT) kebencanaan melalui BPBD Kulon Progo.
Opsi ini dinilai dapat mencegah kerusakan lebih lanjut pada jalan, sambil menunggu anggaran dari APBD.
Kepala BPBD Kulon Progo Taufiq Prihadi membenarkan, kejadian banyaknya bencana berdampak pada jalan kabupaten.
Catatan BPBD menunjukkan 23 titik jalan kabupaten terdampak bencana hidrometeorologi. Dari 23 titik, hanya lima yang memang tak bisa langsung diatasi.
"Kebanyakan longsor menutup jalan, tetapi itu cepat teratasi," ucapnya.
Dampak hujan deras dengan faktor geografis rawan longsor membuat sejumlah kejadian berdampak pada jalan kabupaten.
Taufiq membenarkan, adanya kerusakan berupa longsor memakan dan merusak tanggul jalan.
Beberapa titik yang bisa diatasi akan langsung ditangani pihaknya.
Namun, titik yang memerlukan perbaikan perlu dikordinasikan ke pemangku teknis.
Pihaknya telah melakukan kordinasi ke DPUPKP agar segera mengajukan permintaan penggunaan BTT kebencanaan.
Tujuannya, untuk penanganan perbaikan sementara. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva