Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Momen Tahun Baru Petani Jagung Manis di Kulon Progo ini Raup Untung Dua Kali Lipat, Penjual Jagung Bakar Dadakan Kecipratan

Anom Bagaskoro • Rabu, 1 Januari 2025 | 18:04 WIB
UNTUNG: Petani memanen jagung manis untuk dijual ke pasar. 
UNTUNG: Petani memanen jagung manis untuk dijual ke pasar. 

KULON PROGO - Minat masyarakat terhadap komoditas jagung manis di momen tahun baru meningkat drastis.

Momen ini menjadi hari keberuntungan petani jagung karena bisa meraup untung lebih banyak dari hari biasanya.

Salah satunya dirasakan petani jagung manis Sarija, asal Kulon Progo.

Sarijo mengatakan, momen tahun baru menjadi titik balik meningkatkan penjualan.

Lantaran, harga komoditas jagung manis naik dua kali lipat dari hari biasanya.

Sarijo menyebut, satu buah jagung manis dihargai Rp 2 ribu hingga Rp 3 ribu.

Namun, menjelang tahun baru harganya mengalami kenaikan secara bertahap hingga dibanderol Rp 5 ribu - Rp 7 ribu per buah.

Kendati begitu, tergantung kualitas dan ukuran jagung.

"Setiap tahun pasti naik menjelang tahun baru, mulai turun setelah H+7," ucap Sarija, saat ditemui Radar Jogja di kebun jagung, Selasa (31/12/2024).

Sarija mengaku, sengaja menanam jagung manis sejak tiga bulan lalu untuk menangkap peluang malam tahun baru.

Sebab, masa panen jagung selama 90 hari.

Pemilihan bibit jagung manis juga diperlukan untuk menjamin kualitas jagung.

Untuk menghasilkan jagung bibit unggul yang mempengaruhi rasa, triknya, pengoptimalan pupuk organik.

"Kalau pakai organik, jagung lebih besar dan manis terutama untuk dibakar," ujarnya.

Selain rasa, jagung hasil panen Sarija yang ditanam di lahan perbukitan Menoreh, Padukuhan Kembang, Kalurahan Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo digemari.

Cita rasa kualitas jagung bukan saja dipengaruhi pupuk organik, tetapi juga faktor geografis.

 

UNTUNG: Petani memanen jagung manis untuk dijual ke pasar. 
UNTUNG: Petani memanen jagung manis untuk dijual ke pasar. 

Tak khayal, jagung belum dipanen sudah banyak dipesan pembeli perorangan maupun tengkulak.

Banjir pesanan, keuntungan bersih yang diperoleh Sarijan dalam menangkap peluang tahun baru natal ini mencapai Rp 10 juta.

"Totalnya 2,5 hektar, kalau dipanen bisa menghasilkan 2 ton jagung," ujarnya.

kegembiraan bukan hanya dirasakan petani jagung, tetapi penjual jagung manis dadakan pada momentum tahun baru juga kecipratan untung.

Penjual jagung manis dadakan di selasar Pasar Wates Suratinah merasakan hal senada.

Dia mengungkapkan tingginya permintaan jagung manis, bahkan setelah lebaran masih banyak pembeli yang mencari komoditas ini.

"Biasanya jualan sayur, kalau tahun baru jual jagung manis karena ramai," ucapnya.

Suratinah menandai, setiap tahun baru permintaan jagung manis meroket.

Hal ini, berdampak pada tingginya harga komoditas holtikultura ini.

Apalagi, suplai jagung manis di Bumi Binangun menurutnya tak terlalu banyak.

"Membuat permintaan dengan ketersediaan barang tak berimbang," bebernya. (gas)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#holtikultura #petani jagung #penjual jagung bakar #Kulon Progo #cita rasa #Momen Tahun Baru #jagung manis #untung