Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dinas PUPESDM DIY Masih Lakukan Kajian Perbaikan Jalan Sentolo-Nanggulan yang Ambles karena Longsor, Harapkan Selesai Sebelum Mudik Lebaran

Anom Bagaskoro • Kamis, 19 Desember 2024 | 04:20 WIB

 

AMBLAS: Tak bisa dilalui BPBD dan DPUPKP meninjau lokasi jalan. 
AMBLAS: Tak bisa dilalui BPBD dan DPUPKP meninjau lokasi jalan. 

 

KULON PROGO - Perbaikan Jalan Sentolo-Nanggulan yang ambles karena longsor masih dalam proses pengkajian. Tujuannya untuk menghindari perbaikan asal-asalan yang justru merugikan masyarakat pengguna jalan.

Kepala Seksi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas PUPESDM DIY Wira Sasongko menjelaskan, pengkajian diperlukan untuk penyesuaian desain perbaikan jalan agar tepat sasaran. Pihaknya perlu mengkaji sebab musabab longsor terjadi. Hal ini untuk memastikan kerusakan jalan tak terulang kembali setelah perbaikan.

"Ada kemungkinan muka air sungai meluap, kemudian menggerus sisi tebing jalan," ucapnya.

Sebab pada bagian dasar, ditemukan karakter tanah sungai yang berupa endapan berpasir. Sedangkan bagian atas jalan, tanah memiliki karakteristik mudah mengembang dan mengempis. Sehingga apabila dikucur air berlebih, mudah larut dan longsor.

 Baca Juga: Jalan Bergelombang, Pikap Pengangkut Udang Oleng hingga Terguling di Tugu Pensil, Kulon progo

Melihat kondisi ini, pihaknya perlu melakukan kajian mengenai desain jalan baru. Selain itu, melihat kondisi geografis perlu desain drainase di pinggir jalan. Tujuannya untuk mengurangi air masuk ke tanah yang membuat tanah lebih jenuh dari biasanya.

"Perlu kajian mendalam, tetapi kemungkinan besar ditanggul, urug, dan pelapisan jalan," ujarnya.


Setelah kajian selesai, akan dilanjutkan perencanaan desain. Proses ini dilakukan secara hati-hati, tetapi tidak memakan banyak waktu. Dari hasil kajian sementara, pihaknya berencana membangun tanggul baru. Namun, metode pengerjaan masih digodok secara detail.

 

 

Wira mengakui, penutupan jalan akan merugikan banyak pihak. Sebab Jalan Sentolo-Nanggulan merupakan jalur utama menuju Magelang dari Jogja maupun Wates. Di sisi lain, pengalihan jalan membuat arus kendaraan memutar. Terlebih, jalan alternatif melewati Gunung Kinjing tak bisa dilalui kendaraan muatan besar. belum diketahui secara pasti kapan akan selesai. “Kami mengusahakan agar libur Lebaran bisa digunakan minimal fungsional,” sebut Wira.

 Baca Juga: Jalan Bergelombang, Pikap Pengangkut Udang Oleng hingga Terguling di Tugu Pensil, Kulon progo

Sementara itu, warga sekitar Sapto Putro membenarkan dampak ditutupnya jalan. Masyarakat perlu jalan memutar untuk sampai ke rumahnya. Lantaran, Jalan Sentolo-Nanggulan merupakan akses terdekat menuju ke wilayah permukiman di Kapanewon Nanggulan.

"Kalau memutar bisa sampai tiga kilometer, padahal tinggal melewati sungai," ujarnya. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#alternatif #Kapanewon Nanggulan #PUPESDM #Jalan Sentolo Nanggulan #air sungai #Magelang #proses #drainase #meluap #perbaikan #desain #dinas #pengkajian #DIY #karakter #wates #tebing #Longsor #sungai #pengguna jalan #permukiman #ambles #Jogja #lebaran #penyesuaian #tanah