KULON PROGO - Bencana hidrometeorologi kembali berdampak ke rumah warga. Tepatnya, rumah milik Sono (66) yang terletak di Padukuhan Bojong, Kalurahan Kulur, Kapanewon Temon, Kulon Progo roboh usai tertimpa pohon sengon, Senin (16/17) malam.
Kasihumas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti menyebut, robohnya rumah terjadi sekitar pukul 18.15. Saat kejadian, pohon sengon yang berada di samping rumah roboh menimpa kediaman Mbah Sono.Sebelum pohon menimpa rumah, sempat terdengar bunyi kayu patah dari arah yang sama. Letak pohon yang hanya berjarak 10 meter tentunya berdampak banyak ke rumah Mbah Sono. "Tidak ada korban atas kejadian itu," ucap AKP Novi, Selasa (17/12).
Saat tumbangnya pohon, pemilik rumah sedang berada di are belakang rumah. Sehingga, dirinya terhindar dari kejadian nahas itu. Namun, robohnya pohon snegon membuat rumah tak bisa ditinggali. Sebagian besar rumah mengalami rusak berat, dan kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Pantauan Radar Jogja di area tersebut, Rumah Mbah Sono mengalami rusak di bagian atap. Rumah limasan yang disangga empat buah tiang sudah tak berdiri tegak. Bahkan balok rumah juga hancur akibat tertimpa pohon yang cukup berat.
Bagian tembok berupa gebyok juga hancur, membuat area dalam rumah tak bisa ditinggali. Sedangkan, barang-barang milik Mbah Sono masih berserakan dan sedang dipindahkan oleh tetangganya.
Kepala BPBD Kulon Progo Taufiq Prihadi menyampaikan dampak hujan lebat dan angin kencang memang terpantau di Bumi Binangun. Wilayah yang cukup terdampak berada di selatan Kulon Progo, termasuk Kalurahan Kulur. "Robohnya rumah diakibatkan tertimpa pohon, faktornya karena angin kencang," ucapnya.
Taufik menyampaikan, pihaknya telah mendapat laporan kejadian di pagi hari pasca kejadian. Membaca kondisi laporan, dirinya menugaskan sejumlah personil untuk menilai dampak. Lantaran, dari hasil analisis awal kerusakan rumah tergolong berat.
BPBD Kulon Progo juga telah merencanakan penyaluran bantuan logistik. Sedangkan bantuan perbaikan rumah akan segera didistribusikan setelah proses penilaian selesai. (gas)
Editor : Heru Pratomo