KULON PROGO - Sejak pagi hari warga Padukuhan palihan 1, Kalurahan Palihan, Kapanewon Temon digegerkan munculnya si jago merah.
Kebakaran menimpa rumah Joglo milik Susanto (48).
Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa tersebut.
Susanto mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.45 WIB, saat dirinya sedang berdagang kambing di Pasar Bentungan.
Awalnya dia mendapat panggilan dari istrinya yang mengabarkan kondisi rumahnya terbakar.
"Waktu itu ditelfon istri, langsung kembali dan api sudah menjalar kemana-mana," ucap Susanto, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (13/12/2024).
Dengan tergopoh-gopoh, Susanto mencoba memadamkan api bersama warga sekitar.
Api yang hampir padam, kembali membesar.
Untungnya saat itu kepolisan dan damkar nbergerak cepat mendatangi lokasi kejadian.
Apesnya, kobaran api itu melahap ruang tamu, dua kamar tidur, dan sebagian teras Joglo depan.
Atap yang terbakar hangus seketika roboh tak mampu menahan beratnya genteng dari tanah liat itu.
Selain itu, barang milik anak Susanto pun ludes terbakar.
"Tiga per empat rumah hangus terbakar, perkiraan kerugian Rp 250 juta," ujar Susanto.
Susanto mengaku, pasca bencana menimpa keluarganya ia pun berencana pindah tempat ke rumah saudara.
Lantaran, rumahnya sudah tak layak ditinggali.
Susanto hanya pasrah, kini yang bisa ia lakukan yakni, mengamankan aset miliknya yang masih tersisa.
Polisi bekerjasama dengan damkar untuk mengamankan lokasi kejadian serta memadamkan api.
"Sekarang sudah dipasang police line, ini sedang kami selidiki penyebabnya," ucapnya.
Kapolsek Temon, Personil Pemadam Kebakaran (Damkar) Kulon Progo Nevo Roby menambahkan, mengingat potensi kebakaran yang dapat merembet ke rumah lain, maka empat unit armada damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
"Penyebab kebakaran, dugaannya korsleting arus listrik, tadi sempat terhambat pemadaman akibat kabel masih ada arus," ujarnya.
Nevo menyampaikan, pemadaman membutuhkan waktu sekitar dua jam. Kendalanya, akses jalan cukup sempit sehingga armada kesulitan menjangkau titik kebakaran.
Selain itu, saat pemadaman, arus listrik belum sepenuhnya padam.
Arus tersebut bukan berasal dari meteran melainkan dari tiang listrik yang mengarah ke rumah.
Kejadian kebakaran menjadi pembelajaran bagi seluruhn warga.
Nevo mengimbau, agar masyarakat menyempatkan mengecek kabel dan instalasi listrik di rumah masing-masing.
Terutama penggunaan kabel serabut yang lama, berpotensi menimbulkan kebakaran. (gas)