Keterbasan anggaran milik DPUPKP Kulon Progo menjadi salah satu penyebab tak diperbaikinya jembatan ini.
Padahal dari sisi status jalan, jembatan merupakan wewenang kabupaten untuk perbaikan.
Ahli Muda Jalan Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Wuriandreza Gigih Mutitama membenarkan perihal keterbatasan anggaran di pihaknya.
Sebenarnya proses pengajuan perbaikan jembatan telah dilakukan sejak tahun 2020 lalu. Namun, proses perbaikan tak kunjung dilakukan.
"Kami sudah memprioritaskan jembatan tersebut, tetapi memang anggaran kabupaten terbatas," ucap Gigih, Minggu (1/12).
Gigih menyampaikan, di tahun 2023 jembatan telah masuk ke dalam daftar usulan.
Namun, keterbatasan anggaran memaksa tindakan perbaikan ditunda. Kebanyakan anggaran digunakan untuk memperbaiki akses masyarakat yang masuk dalam usulan prioritas.
Sehingga, perbaikan jembatan yang membutuhkan anggaran miliaran rupiah ditunda.
Selain melakukan pengusulan perbaikan menggunakan APBD, DPUPKP juga telah berupaya mengusulkan menggunakan mekanisme lain.
Beberapa langkah seperti pengusulan akses DAK maupun inpres telah disampaikan.
Namun belum berhasil mewujudkan perbaikan jembatan.
Di tahun ini contohnya, DPUPKP melakukan pengusulan perbaikan jembatan jering menggunakan 3 mekanisme.
Pengusulan akses APBD, Dana Alokasi Khusus, hingga jalan inpress. Dengan harapan 2025 perbaikan Jembatan dapat dilakukan segera.
Sementara itu, Wakil Ketua 2 DPRD Kulon Progo Suharto menyampaikan, beberapa kali proses pengajuan perbaikan talah dilalui pihaknya.
Bahkan pengajuan telah direspon pemkab melalui DPUPKP di 2021 lalu. Peninjauan juga telah dilakukan untuk memastikan penanganan perbaikan.
"Kalau dulu sudah ditinjau, dari pemkab menghendaki rehab total," ujarnya.
Politisi PKB ini menjelaskan, peninjauan membuahkan hasil berupa kemungkinan rehabilitasi jalan secara total.
Jembatan yang sebelumnya hanya memiliki lebar 2,5 meter kemungkinan diperlebar hingga 5 meter, sesuai dengan spesifikasi jalan kabupaten.
Bagian struktur bangunan juga akan dirubah agar mampu menunjang aktivitas masyarakat. Sayangnya hasil dari perencanaan tak segera direalisasikan. (gas)
Editor : Bahana.