KULON PROGO - Jembatan Pagutan Purwoharjo atau sering disebut Jembatan Jering membahayakan masyarakat sekitar.
Kondisi jembatan yang cukup memprihatinkan dan tak seharusnya dilewati masyarakat.
Jembatan Jering mengalami kerusakan sejak empat tahun lalu, dan hingga kini belum tertangani.
Lurah Purwoharjo Ariwibowo menyampaikan, keprihatinan atas kondisi jembatan.
Jembatan yang dibangun kalurahan pada 2005 lalu, mengalami kerusakan berat akibat struktur bawah jembatan mengalami patah.
Awal mulanya, jembatan ini dibangun dengan dana PNPM untuk menghubungkan 7 padukuhan terisolir.
"Kami merasa kondisi jembatan sangat membahayakan pengguna atau masyarakat," ucapnya, saat dihubungi Radar Jogja, Jumat (29/11/2024).
Ari menyampaikan, rusaknya jembatan akibat diterjang banjir di Sungai Tinalah tahun 2019 lalu.
Kerusakan jembatan berupa, tiang penyangga bagian tengah patah.
Selain itu, pondasi bagian bawah tiang juga tergerus aliran air. Kondisi ini menyebabkan bagian atas jembatan tak lagi rata.
Meskipun mengalami kerusakan, jembatan masih digunakan masyarakat sekitar.
Pasalnya, jembatan merupakan akses vital yang menghubungkan 7 padukuhan.
Kalurahan Purwoharjo terbagi menjadi 2 wilayah utara dan selatan.
Jika jembatan ini ditutup maka, 7 padukuhan bagian utara akan tersiolir.
Sebenarnya, masyarakat masih memiliki pilihan lain selain melewati jembatan.
Namun, masyarakat harus memutar sejauh 2 km, dengan kondisi jalan yang hanya berlapiskan tanah.
"Sangat vital, akses ekonomi, aktivitas masyarakat, pariwisata, hingga menuju sekolah," ucapnya.
Ari menjelaskan, pihaknya tak memiliki wewenang untuk menutup jembatan.
Namun pihaknya, selalu menghimbau bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan untuk selalu berhati-hati.
Terutama saat banjir di Sungai Tinalah, bisa berpotensi merobohkan jembatan.
Sementara itu, Wakil Ketua 2 DPRD Kulon Progo Suharto menjelaskan penggantian jembatan sebenarnya telah diajukan beberapa waktu lalu.
Sebagai wakil dari wilayah itu, dirinya sempat beberapa kali mengajukan proses rehab dari tahun 2019.
Namun, hingga saat ini perbaikan jembatan tak kunjung terealisasi.
"Kami berusahan mengajukan usulan perbaikan," ujarnya.
Baca Juga: Adrian Wibowo, Pemuda Berdarah Indonesia yang Siap Menggebrak MLS bersama LAFC
Suharto menjelaskan, tahun 2020 perbaikan jembatan hampir terealisasi. Hal ini, diwujudkan dengan perencanaan jembatan.
Dalam dokumen perencanaan, jembatan dan jalan akan diperbaiki.
Jembatan yang memiliki lebar 3 meter akan diperbaiki dengan mengganti strukturnya menjadi lebar 6 meter, menyesuaikan dengan status jalan kabupaten.
Anmun, hingga 4 tahun berlalu perbaikan jembatan tak kunjung terealisasi. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva