KULON PROGO - Paslon yang akan berkontestasi di Kabupaten Kulon Progo memilih menghabiskan waktu sehari menjelang coblosan dengan berbagai kegiatan. Mulai konsolidasi internal, evaluasi kampanye, hingga menggelar tirakatan.
Calon bupati nomor 1 Agung Setyawan saat dihubungi Radar Jogja mengaku tengah melakukan rapat internal. Rapat dilaksanakan secara tertutup. Sebelumnya, dia mengaku optimisti bisa memenangkan pilkada ini. "Tentu optimistis. Kami memiliki survey internal yang membuktikan elektabilitas," ucapnya.
Pernyataan optimistis juga dikeluarkan cabup nomor urut 2 Marija Yusron. Saat dihubungi dia sedang di rumah menikmati waktu luang bersama keluarga. Hal itu dilakukan untuk melepas penat pascakampanye. "Ada konsolidasi internal untuk memperkuat komunikasi," ujarnya.
Baca Juga: Kesiapan Pasokan dan Harga Komoditas Jelang Natal dan Tahun Baru, BI DIY Berikan Lima Rekomendasi
Baca Juga: Disdukcapil Kabupaten Magelang Buka Layanan Rekam KTP-el saat Coblosan, Ada di Dua Tempat
Ia menyampaikan, selain beristirahat pihaknya juga tetap melakukan konsolidasi internal. Konsolidasi dilakukan untuk memperkuat komunikasi antaranggota tim sukses. Terutama memperkuat jaring pengamanan suara saat pencoblosan dan penghitungan suara.
Sementara itu, cabup nomor urut tiga Novida Kartika Hadhi bersama cawabup Rini Indriani serentak melakukan tirakatan dan doa bersama. Hal ini dijelaskan Ketua DPC PDIP Kulon Progo Fajar Gegana saat dihubungi Radar Jogja. "Tirakatan dan doa bersama dilakukan serentak di seluruh posko pemenangan," ucapnya.
Fajar menyatakan, upaya menarik simpati masyarakat telah dilakukan sepanjang kampanye. Sehingga tindakan yang dilakukan hanya berdoa untuk kemenangan paslon yang diusung PDIP dan PKS ini.
Pihaknya juga telah menyiapkan seluruh saksi untuk mengawal suara paslon di hari coblosan ini. Saksi-saksi akan mengawal suara paslon di dalam TPS dan di luar TPS. Tujuannya mencegah kebocoran suara. Fajar juga menegaskan, paslon Novida-Rini yakin akan memenangkan kontestasi dalam pilkada ini. (gas/laz)
Editor : Heru Pratomo