KULON PROGO - Evakuasi pencegahan longsor susulan di Ruas Jalan Dekso-Samigaluh, Padukuhan Dukuh, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh justru berakhir dramatis.
Batu berukuran 1 meter terjun bebas mengenai rumah Ngadiman (61) yang berada di bawah jalan.
Akibatnya, teras rumah mengalami kerusakan akibat tertimpa batu.
Sebelumnya, warga beserta rombongan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo bergotong royong melakukan proses evakuasi material, bencana longsor yang menutup bahu jalan di Jalan Dekso-Samigaluh pada, Senin (18/11/2024).
Berpotensi terjadi longsor susulan, BPBD Kulon Progo melakukan evakuasi material batu yang masih menempel di tebing dan berpotensi jatuh.
Nahasnya, saat melakukan tindakan pencegahan dengan mengikis bagian dasar, batu yang bergantung di tebing jatuh tak terarah.
Alhasil, batu berukuran 1,5 meter menimpa rumah Ngadiman.
"Mengenai teras rumah, itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB," ucap Ngadiman, saat ditemui Radar Jogja di rumahnya, Selasa (19/11/2024).
Ngadiman menyampaikan, saat evakuasi yang dilakukan BPBD Kulon Progo batu menggelinding ke arah teras rumah.
Untungnya, saat itu keluarganya berada di ruang tengah. Sehingga, tak ada korban terluka akibat tertimpa batuan.
Kendati rumahnya rusak, Ngadiman dan keluarganya justru bersyukur.
Lantaran, jika batu tak diturunkan paksa oleh BPBD justru akan menimpa bagian tengah rumahnya tanpa ada pemberitahuan.
Kondisi tebing setinggi 15 meter masih ada batu yang menempel dan mengarah ke rumahnya.
Keberadaan itu mengkhawatirkan keluarganya, karena sewaktu-waktu longsor susulan terjadi.
Sementara itu, Personil Damkar Kulon Progo Riyanto menjadi saksi terjadinya longsor saat evakuasi.
Saat itu, damkar tengah menyemprotkan air di area tebing.
Sengaja mengikis bagian tanah, batuan jatuh ke area jalan.
Agar batu mengarah ke tempat aman, BPBD telah menyiapkan penghalang.
Nahasnya, batuan meluncur ke area tak terduga dan menggelinding ke rumah warga.
Senada dengan Riyanto, Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi membenarkan kejadian itu.
Personilnya sengaja menurunkan batu dari tebing. Namun, lintasan batu terjun ke arah yang berbeda hingga menimpa rumah.
"Tentunya kami tetap meneruskan evakuasi, tanpa meninggalkan rumah rusak," ujarnya.
Taufik menyatakan, kondisi rumah yang rusak telah dikonsultasikan ke Ngadiman.
Dirinya juga telah berkordinasi dengan pihak instansi lain, untuk rencana perbaikan rumah terdampak batuan longsor.
Salah satu mekanismenya, dengan pengajuan perbaikan yang didukung Baznas. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva