KULON PROGO - Longsor juga terjadi di Padukuhan Wadas, Kalurahan Giripurwo, Kapanewon Girimulyo, Kulon Progo. Saluran irigasi Cikli mengalami kerusakan akibat tertutup material longsor. Ketua Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) Cikli Sujiyono menyampaikan, dampak tanah longsor merusak saluran irigasi.
Awal kejadian longsor sekitar awal November. Ketika itu, curah hujan cukup deras membuat tanah longsor terjadi. Material tanah longsor masuk ke area saluran, dan mendorong dinding irigasi hingga akhirnya ambles serta jebol. "Saluran ini memiliki peran vital sebagai sarana distribusi air untuk 60 hektar lahan pertanian," ucap Sujiyono, saat ditemui Radar Jogja di lokasi longsor, Senin (18/11).
Sujiyono menyampaikan, kerusakan saluran irigasi membuat distribusi air pertanian terhambat. Lantaran, saluran irigasi ambles membuat air melimpah ke luar area. Jika dibiarkan seperti ini, distribusi air akan mengalami kebocoran dan berdampak ke pertanian. Selain itu, air limpahan irigasi berpotensi mengikis tanah di sekitar saluran, dan membuat longsor saluran irigasi lain.
Selama beberapa hari, petani di Giripurwo terpaksa tak memperoleh air akibat kerusakan irigasi. Padahal kebutuhan air untuk pertanian harus segera didapat, karena telah memasuki musim tanam pertama. Akibat longsoran membuat musim tanam dan panen mengalami kemunduran. "Kami mencoba menghubungi beberapa pihak, dari BPBD akhirnya memberikan bantuan," ujarnya.
Pria paro baya ini menyampaikan, BPBD Kulon Progo memberikan bantuan untuk mengatasi dampak longsor. Mereka dipinjamkan pipa air, untuk mengalirkan air pertanian sementara. Tujuannya, agar masyarakat tetap dapat bertani sambil menunggu pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak memperbaiki saluran.
Komandan TRC BPBD Kulon Progo Sunardi mengatakan, meminjam pipa sementara dari PDAM dan mengangkutnya ke area longsor. Selain itu, BPBD juga menurunkan puluhan personil guna melakukan normalisasi saluran dan membantu memasang pipa sementara. "Ini sifatnya sementara, semoga pihak terkait bisa menindaklanjuti," ucapnya.
Sunardi menyampaikan, bantuan bersifat sementara agar masyarakat dapat mengakses air pertanian. Sedangkan bantuan utama berupa perbaikan infrastruktur menunggu pihak balai besar. Menurutnya, dampak longsor sudah sering terjadi di Kalurahan Giripurwo. Namun, baru kali ini longsor berdampak pada kerusakan infrastruktur irigasi yang cukup vital. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo