KULON PROGO - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu'ti meninjau uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dilakukan di SD Muhammadiyah 1 Wonopeti, Kapanewon Galur, Rabu (13/11).
Pada kesempatan itu, Abdul Mu'ti menegaskan MBG tak hanya sekedar makan siang, tetapi perlu dorongan pembentukan karakter ke peserta didik. "Upaya membentuk karakter anak-anak, tadi mendorong adanya makan terpimpin," ucap Abdul Mu'ti, saat sesi doorstep, Rabu (13/11).
Abdul menyampaikan, makan terpimpin merupakan hasil belajar dari pengalamannya saat mengikuti Retreat Magelang, beberapa waktu lalu. Mengaku baru mengetahui terkait makan terpimpin saat retreat, Abdul mendorong agar pola tersebut dapat diaplikasikan pada program MBG. Tujuannya, untuk membentuk karakter peserta didik sedini mungkin.
Pembentukan karekter peserta didik menjadi penekanan pada MBG. Pasalnya, MBG tak hanya memiliki tujuan mencukupi kebutuhan gizi, melainkan diselipkan pendidikan moral. Peserta didik akan diajarkan bagaimana adab makan, kesabaran mengantri, hingga budaya terima kasih. "Tadi pada uji coba ada yang sistem prasmanan ataupun sudah paket, tetapi perlu ditekankan pendidikan karakter," ucapnya.
Pada kunjungan kali ini, Abdul Mu'ti didampingi dua wakil menterinya beserta jajaran kementerian. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau kesiapan implementasi program MBG.
Pasalnya, program prioritas Presiden Prabowo rencananya akan dilaksanakan mulai Januari 2025 nanti. Dari hasil peninjauan kali ini, kementerian mendapatkan masukan berupa penyesuaian jam makan siang dan metode pendidikan karakter yang tepat.
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah ini menyampaikan, leading sector MBG bukanlah Kemendikdasmen. Kementeriannya justru hanya sekedat penerima program atau mustahik. Leading Sector MBG tetaplah dipegang Badan Gizi Nasional yang ditunjuk presiden.
Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi menegaskan pemkab siap melaksanakan program MBG. Namun, pihaknya meminta agar program tersebut bisa berkolaborasi pada UKM di Kulon Progo. Tentunya, jika kolaborasi berhasil dijalankan UKM di Bumi Binangun dapat berkembang. "Di Kulon Progo masih memiliki PR berupa kemiskinan," ujarnya.
Siwi menyampaikan, kolaborasi implementasi MBG dapat memberikan dampak positif bagi Kulon Progo. Tak hanya memberikan makanan bergizi bagi anak sekolah, MBG bisa menghidupkan perekonomian masyarakat. Terutama mengembangkan UKM lokal yang memang telah berjibaku dalam industri makanan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kulon Progo Nur Wahyudi menyampaikan, uji coba MBG telah dilakukan beberapa waktu lalu. Terdapat tiga sekolah yang telah melakukan uji coba MBG, yaitu SD Muhammadiyah Wonopeti 1 dan 2, dan SD MI Maarif Temon. "Kunjungan ini memantapkan dan memberikan gambaran ke kami mengenai pelaksanaan MBG," tuturnya.
Nur menyampaikan, uji coba memberikan gambaran ke pihaknya mengenai pelaksanaan program. Terutama, metode pelaksanaan MBG yang perlu disesuaikan berdasarkan kondisi sekolah. Implementasi MBG perlu menyesuaikan dnegan jam pembelajaran dan istirahat. Tujuannya, agar tak mengganggu KBM peserta didik. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo