Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gerakan Cinta Laut 2024 Sejalan Visi Gubernur DIY Digelar di Pantai Bugel Kulon Progo: Sampah Plastik Tiada, Ekosistem Terjaga

Anom Bagaskoro • Sabtu, 9 November 2024 | 22:08 WIB
BERSIH: Gerakan Cinta Laut DKP DIY menggelar bersih pantai hingga tunjukkan potensi UMKM. 
BERSIH: Gerakan Cinta Laut DKP DIY menggelar bersih pantai hingga tunjukkan potensi UMKM. 


KULON PROGO - Gerakan Cinta Laut atau Gita Laut 2024 resmi digelar di Pantai Bugel, Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Sabtu (9/11/2024).

Mengusung tema "Sampah Plastik Tiada, Ekosistem Terjaga" gerakan ini sejalan dengan visi Gubernur DIY terkait kawasan selatan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Bayu Mukti Sasongko menyampaikan alasan di balik penyelenggaraan Gita Laut.

Gerakan ini, berfokus pada pelestarian ekosistem pantai dan lautan.

Terutama penanganan masalah sampah berupa plastik yang kerap kali ditemui di pesisir pantai.

"Target nasional adalah pengurangan sampah laut sekitar 70 persen di tahun 2025," ucap Bayu, saat ditemui Radar Jogja, Sabtu (9/11/2024).

Target nasional sama halnya dengan Visi Gubernur DIY 2022-2027 Pancamulia, yang mencoba mengangkat pemberdayaan kawasan selatan.

Pemberdayaan tentunya tak bisa dipisahkan dari faktor kelestarian ekosistem perairan.

Terdapat falsafah Jawa "Sangkan Paraning Dumadi" yang mengajarkan pentingnya manusia hidup dalam keseimbangan dengan alam.

Sehingga, 2 faktor ini meyakinkan pentingnya pelestarian ekosistem pesisir dan laut.

Implementasi pelestarian ekosistem dikemas DKP DIY dengan sarana Gita Laut dengan berfokus pada bersih pantai.

Di tahun 2024, pembersihan difokuskan di Pantai Bugel Kulon Progo.

Sama seperti pantai di wilayah selatan lainnya, banyak sampah yang terdampar disekitar pantai akibat terbawa ombak.

Gita Laut 2024 sengaja mengusung tema Sampah Plastik Tiada, Ekosistem Laut Terjaga.

Lantaran, masih banyak sampah yang dapat ditemui di lautan maupun pesisir.

Komposisi sampah organik berkisar 80 persen dan 20 persen merupakan sampah anorganik berupa plastik.

"Kami menekankan lautan bukanlah tempat pembuangan akhir," ujarnya.

Kegiatan bersih pantai tak hanya sekedar seremonial.

Namun, merupakan bentuk komitmen konkrit keberlanjutan menjaga ekosistem laut.

Melalui bersih pantai, DKP ingin menyuarakan pentingnya menjaga kebersihan pada lingkungan sekitar, dan meluas hingga pesisir.

Pihaknya juga mengkampanyekan dampak membuang sampah sembarangan yang justru merusak ekosistem laut.

Dalam kegiatan bersih pantai, terdapat lebih dari seribu peserta yang berasal dari berbagai kalangan, baik tua maupun muda.

Peserta melakukan pembersihan sampah dengan radius 1 km dari Pantai Bugel.

Sampah yang dibersihkan tentunya dilakukan pemilahan antara organik dan anorganik.

Hasil pengumpulan sampah berupa penuhnya 1 armada dumptruck.

"Setelah bersih pantai, ada eksibisi perahu nelayan, penyerahan hibah serta hadiah, pameran produk, dan penandatangan prasasti," ujarnya.

Selain bersih pantai, Gita Laut menyediakan berbagai rangkaian acara.

DKP DIY telah menyiapkan puluhan stand UMKM. Di Pantai Bugel diadakan pameran produk hasil kelautan perikanan UMKM.

Terdapat 25 UMKM asli wilayah DIY, dan Kulon Progo yang menyediakan produk olahan hasil kelautan dan perikanan.

Beberapa produk seperti keripik ikan, pepes, snack ikan, hingga steak ikan dapat ditemui di pameran.

Eksibisi perahu nelayan juga menarik perhatian peserta Gita Laut, maupun pengunjung pantai.

Lantaran, 12 nelayan yang menggunakan 4 perahu menampilkan hasil tangkapannya dari melaut.

Setelah mendarat ke pesisir, nelayan menunjukkan hasil tangkapan semalam suntuk. Peserta dan pengunjung dapat membeli ikan dengan harga terjangkau langsung dari nelayan.

Acara Gita Laut kemudian ditutup dengan penyeran hadiah ke pemenang lomba yang diadakan DKP DIY. Selain itu, diserahkan juga hibah ke Kelompok Masyarakat kelautan dan perikanan.

Turut hadir dalam Gita Laut, Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi berterimakasih atas diadakannya acara tersebut.

Lantaran, Kulon Progo memiliki peisisir pantai yang cukup panjang. Tentunya, banyak sampah terdampar di pesisir, yang perlu dibersihkan.

"Sangat penting untuk menjaga ekositem laut, sehingga agenda bersih pantai memang diperlukan," tuturnya.

Siwi menyampaikan, Gita Laut sangat membantu dalam mengenalkan potensi hasil laut.

Lantaran, rangkaian kegiatan memberikan peluang bagi industrik kelautan dan perikanan untuk berkembang.

Seperti, diadakannya pameran yang menunjukkan pengolahan hasil kelautan.

Sehingga acara ini, diharapkan dapat dilangsungkan kembali di Kulon Progo. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Visi #Gerakan Cinta Laut 2024 #Kulon Progo #Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY #sampah plastik #Pameran #gubernur diy #Pantai Bugel Kulon Progo #Gita Laut #ekosistem