KULON PROGO - Komoditas cabai di Kulon Progo mengalami penurunan harga jual sejak pertengahan September lalu. Saat ini, penurunan masih terus terjadi hingga nilai jualnya tak sampai puluhan ribu. Alhasil, petani cabai tak memperoleh keuntungan dari hasil panen yang melimpah di tahun ini.
Ketua Kelompok Wahana Tani Gupit Sugiyatno menyampaikan, masa panen cabai di Padukuhan Gupit, Kalurahan Karangsewu, Kapanewon Galur telah dimulai . Namun, harga komoditas cabai masih diangka rendah sama seperti di bulan sebelumnya. Padahal hasil panen cabai kali ini sangatlah optimal, dilihat dari bentuk, warna, hingga bobotnya layak dipasarkan.
"Hasilnya sangat optimal, tetapi harganya terlalu rendah Rp 7.500 per kg dari petani," ucap Sugiyatno, saat ditemui Radar Jogja, Kamis (7/11).
Sugiyatno mengeluhkan, harga cabai sempat mengalami penurunan di angka Rp 4.500 di awal bulan November lalu. Kemudian mengalami kenaikan Rp 3 ribu menjelang minggu pertama. Kendati mengalami kenaikan, harga yang tak sampai puluhan ribu tetap membuat petani cabai gigit jari.
Pasalnya, biaya tanam cabai membutuhkan modal dan ongkos operasional yang cukup banyak. Untuk menutup ongkos operasional, hasil panen cabai harus diharga Rp 15 ribu per kg. Sedangkan, untuk menutup biaya modal keseluruhan, harga cabai perlu mencapai kisaran harga Rp 20 ribu.
"Kalau kasarannya untuk ongkos operasional patokannya harga BBM (bahan bakar minyak), itu yang dijual harga petani lho," tuturnya.
Turunnya harga jual komoditas cabai tak membuat petani cabai pantai Kulon Progo melakukan aksi nekat membabat habis tanaman cabai. Mereka lebih memilih tetap memanen, walaupun tak mendapat untung atau bahkan merugi.
Pantauan Radar Jogja di beberapa pasar di Kulon Progo, harga cabai memang mengalami penurunan. Komoditas cabai merah keriting mengalami penurunan terbanyak sebesar Rp 10 ribu per kg, bila dibanding dengan harga tetapnya. Kondisi ini juga sama dengan komoditas cabai rawit hijau dan merah.
Menanggapi keluhan petani cabai, Kepala Bidang Sarana dan Pengembangan Usaha Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan DPP Kulon Progo Wazan Muzakir masih optimitimis harga cabai akan mengalami kenaikan. Terutama cabai paku yang ditanam di pesisir Kulon Progo. "Ini masih awal panen puncaknya Desember, kemungkinan akan naik di bulan itu," ujarnya.
Wazan optimis harga jual komoditas cabai akan merangkak naik di akhir bulan November. Belajar dari pengalaman tahun sebelumnya, harga cabai mengalami kenaikan menjelang natal dan tahun baru. Lantaran, permintaan cabai akan tinggi menjelang Nataru.
Selain itu, musim penghujan akan segera tiba, yang akan cukup banyak mempengaruhi tanaman cabai. Di beberapa daerah yang seringkali dilanda banjir, akan mengalami penurunan suplai.
Sedangkan komoditas cabai paku di Bumi Binangun tak terdampak musim penghujan.
Sehingga, petani cabai di pesisir Kulon Progo berpotensi mendapatkan keuntungan menjelang Nataru. "Varietas cabai paku lebih unggul daripada cabai di daerah lain," tegasnya.
Wazan menyatakan, cabai paku Kulon Progo memiliki keunggulan di berbagai bidang. Saat musim hujan, tanaman cabai biasanya mengalami kerusakan. Namun, cabai paku tahan dengan cuaca ekstrm yang biasanya membuat busuk akar. Kualitas cabai paku juga telah mendapat pengakuan dari luar daerah.
Terlihat dnegan ukuran buah besar dan memiliki warna merah mengkilap. Sehingga, saat permintaan melonjak cabai paku mendqpatkan posisi harga tawar yang tinggi. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo