KULON PROGO - Perubahan musim dari kemarau menuju penghujan di depan mata.
Melihat adanya potensi bencana alam, Polres Kulon Progo melakukan latihan kemampuan dengan peningkatan kemampuan (Lakatpuan) penanggulangan bencana.
Pelatihan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana ini diikuti personil kepolisian.
Kasihumas Polres Kulon Progo AKP Triatmi Noviartuti menjelaskan, dampak perubahan cuaca dapat dirasakan di Bumi Binangun.
Salah satunya pohon tumbang akibat tersapu angin kencang.
Selain saat perubahan cuaca, potensi bencana bisa terjadi di musim penghujan.
Dengan kondisi geografis Bumi Binangun, potensi bencana hidrometeorologi terlihat jelas.
"Sehingga, dibutuhkan mitigasi kebencanaan. Tujuannya melatih kemampuan, keterampilan, dan tim work dalam kesiapsiagaan bencana," ungkap AKP Triatmi Noviartuti, Kamis (7/11/2024).
Sehingga, ketika bencana terjadi, personil kepolisian siap dan sigap dalam membantu masyarakat.
Lakatpuan diikuti personil Satuan Samapta Polres Polsek, serta personil yang tergabung dalam pleton siaga.
Terdapat 92 personil yang mengikuti pelatihan yang dibagi menjadi 3 gelombang. Setiap gelombang pelatihan memakan waktu 3 hari berturut-turut.
Terdapat beberapa materi kesiapsiagaan bencana dan prakteknya disampaikan serta dipandu langsung Kasat Samapta Polres Kulon Progo Iptu Effendi Sulistianto.
Materi kesiapsiagaan bencana meliputi mitigasi bencana alam tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir.
Setiap kejadian bencana, disimulasikan dalam pelatihan, baik teori hingga praktek lapangan. Seperti mitigasi bencana pohon tumbang.
Peserta pelatihan diajarkan menggunakan gergaji mesin (chainsaw) yang aman serta tak membahayakan sekitar.
Proses menebang hingga memindahkan batang kayu juga diperhatikan dalam pelatihan. Hal ini untuk memastikan keamanan warga sekitar yang beraktivitas di dekat pohon tumbang.
"Satsamapta dalam penanganan bencana selalu quick respon, tetapi tetap melakukan prosedur," ujarnya.
AKP Novi menyampaikan, Sat Samapta menjadi garda terdepan dalam merespon kejadian bencana.
Tentunya, memiliki prosedur penanganan kebencanaan yang terstruktur, seperti Komunikasi, Kordinasi, dan Kolaborasi.
Dalam menjalankan ketugasan mitigasi bencana, Sat Samapta berkolaborasi dengan instansi BPBD, dan relawan.
Menurutnya, kesiapsiagaan Samapta Polres Kulon Progo menangani kejadian bencana telah lama dilakukan.
Namun, menjelang musim penghujan, satuan ini kembali melakukan pelatihan untuk memastikan kesiapsiagaan bencana personil serta persiapan penggunaan alat dalam penanganan bencana.
Dalam penanganan bencaba Satsamapta dilengkapi dengan alat bantu.
Diantaranya truk angkut dan truk double cabin untuk menembus medan terjal di Kulon Progo.
Selain itu, alat penanganan lapanagn tergolong lengkap.
Satuan dilengkapi chainsow, perahu karet, tenda, ambulans, dan alat kelengkapan lainnya.
Sehingga, selama penanganan bencana satuan dapat melakukan tindakan secara cepat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva