Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Janji Perbaikan Jalan Tak Kunjung Ditepati, Sejumlah Warga Banyuroto Pasang Banner Protes

Anom Bagaskoro • Jumat, 25 Oktober 2024 | 23:05 WIB
RUSAK: Banner berisi protes warga menghiasi jalan rusak di Banyuroto. 
RUSAK: Banner berisi protes warga menghiasi jalan rusak di Banyuroto. 

KULON PROGO - Warga Kalurahan Banyuroto, Nanggulan, Kulon Progo memasang banner berisi protes.

Mereka menagih janji, inginkan perbaikan jalan dan perbaikan saluran irigasi yang layak.

Kedua aksi itu merupakan wujud kegeraman warga atas fasilitas umum yang tak kunjung terealisasi.

Pantauan Radar Jogja di Jalan Sambiroto- Banyuroto, Padukuhan Tawang, Kalurahan Banyuroto terdapat puluhan banner terpasang.

Banner tersebut terpasang sepanjang 2 km jalan yang mengalami rusak parah. Berisi tuntutan untuk perbaikan, banner menggambarkan kekesalan warga yang menanti realisasi.

"Sudah lama tidak diperbaiki jalannya," ucap salah satu warga Kalurahan Banyuroto Endro Suparno, Jumat (25/10/2024).

Endro menjelaskan, pemasangan banner merupakan bentuk luapan aspirasi dari masyarakat.

Pasalnya, sudah 4 tahun jalan tersebut mengalami kerusakan.

Padahal jalan tersebut merupakan akses penghubung ke empat padukuhan, yaitu Padukuhan Sambiroto, Dlingo, Gayam, dan Tawang.

Kerusakan jalan milik lingkungan itu terjadi sepanjang 2 km.

Jalan berbahan beton itu, mengalami rusak ambles, dan beton rontok.

Kondisi kerusakan itu justru membuat jalan ini tak layak dan aman untuk dilalui warga.

Lantaran, kerusakan bisa membuat masyarakat tergelincir batu, terutama pada area tanjakan ataupun turunan.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kalurahan Banyuroto Bambang Nurcahyo mengatakan penempelan banner merupakan aksi protes masyarakat.

Masyarakat gusar dengan kondisi jalan yang seharusnya memberikan kemudahan akses, justru malah membahayakan.

"Jalan itu merupakan akses untuk proyek saluran irigasi di tahun 2020," ucap Bambang.

Bambang menyampaikan, di tahun 2020 terdapat proyek saluran irigasi yang dikomandoi oleh perusahaan kontraktor BUMN.

Untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil diperlukan akses pendukung. Sehingga, jalan tersebut dibangun.

Atas kesepakatan antara perusahaan dan masyarakat, jalan tersebut akhirnya dibangun.

Tak selang 1 bulan setelah dibangun, jalan justru mengalami kerusakaan, termasuk jalan milik lingkungan yang sebelumnya baik-baik saja.

Saat itu, warga memilih tak memprotes atas kejadian itu, karena beranggapan kontraktor akan segera memperbaiki. Namun setelah proyek selesai, jalan tak kunjung diperbaiki.

Padahal saat kesepakatan sebelumnya, masyarakat telah merelakan tanahnya untuk dibangun jalan.

Dengan harapan, setelah proyek selesai masyarakat masih bisa menggunakan jalan tersebut.

Nyatanya setelah 4 tahun proyek selesai, jalan tak kunjung diperbaiki.

"Beberapa kali sudah diusulkan perbaikan menggunakan dana desa, tetapi belum terealisasi," ujarnya.

Sebenarnya Kalurahan Banyuroto telah berupaya melakukan perbaikan menggunakan dana desa. Namun tak dapat terealisasi, akibat minimnya anggaran dana desa.

Sehingga, warga nekat melakukan aksi protes, dengan harapan pemerintah kabupaten memberikan uluran bantuan.

Ternyata aksi protes tersebut mendapat perhatian oleh DPUPKP Kulon Progo bidang Pemukiman. DPUPKP langsung meninjau jalan rusak pada, Selasa (22/10/2024) lalu.

Setelah meninjau mereka meminta agar kalurahan segera mengajukan proposal.

Menurutnya, DPUPKP menjanjikan adanya perbaikan jalan pada tahun 2025 nanti. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#saluran irigasi #pemukiman #fasilitas #kerusakan jalan #Menagih Janji #jalan rusak #Kalurahan Banyuroto #DPUPKP Kulon Progo #lembaga pemberdayaan masyarakat #perbaikan jalan #masyarakat #Akses penghubung #aspirasi