KULON PROGO - Sebanyak 814 pekerja pabrik wig di Kulon Progo mengundurkan diri. Hanya saja, pengunduran diri pada PT Sung Chang Indonesia (SCI) ini disebut bukan atas kemauan karyawan sendiri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulon Progo Bambang Sutrisno mengaku, telah melakukan konfirmasi ke perusahaan. Terkait banyaknya pekerja yang tak lagi melakukan aktivitas produksi.
Namun karena diketahui mundurnya karyawan bukan karena kemauan sendiri, hal ini termasuk kategori pemutusan hubungan kerja (PHK). Sehingga pihaknya melakukan komunikasi ke pihak perusahaan untuk memastikan hak pekerja terpenuhi. “Pekerja mengundurkan diri sebelum 21 Oktober,” sebutnya Rabu (23/10/2024).
Baca Juga: Warga Bantul Diminta Berhati-hati terhadap Pohon Besar Jelang Musim Penghujan
Pada periode ini, lanjutnya, karyawan yang sudah mengundurkan diri akan mendapatkan hak uang pisah, uang penggantian hak cuti, dan ongkos pulang ke rumah. Hak tersebut didasari atas perjanjian bersama serikat pekerja dengan pengusaha
Tentunya, berpatokan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, Pemutusan Hubungan Kerja.
Baca Juga: Disnaker DIY: Belum Ada Regulasi Baru, Penentuan UMP 2025 masih Pakai UU Cipta Kerja
Menurutnya, gelombang PHK pabrik wig akan terus belanjut. Sebab hingga kemarin (23/10), masih ada pekerja pabrik yang melakukan pengunduran diri. Sayangnya, pekerja yang mengundurkan diri setelah 21 Oktober 2024 hanya mendapatkan tali asih.
Besarannya disesuaikan dengan masa kerja yang telah ditungakan dalam perjanjian kerjasama antara serikat pekerja dan pengusaha. "Memang PT SCI merupakan perusahaan besar dengan total karyawannya 1.532 pekerja," ucapnya.
Pria yang kerap disapa Bamsoet ini menyampaikan, pasar PT SCI adalah mancanegara di Eropa dan Afrika. Namun lesunya ekonomi dunia, membuat ekspor rambut palsu mengalami penurunan.
Berdasarkan pengakuan dari PT SCI, lanjut Bamsoet, potensi adanya pemanggilan kembali karyawan yang telah resign. Lantaran di tahun 2025 nanti, pabrik wig ini akan mendapatkan pesanan wig dari pasar Amerika. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita