Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terdampak Gelombang Tinggi, Puluhan Petak Tambak Udang Ternacam Gagal Panen

Anom Bagaskoro • Kamis, 17 Oktober 2024 | 23:34 WIB
JEBOL: Mulyadi penambak udang menunjukkan tanggul tambaknya yang jebol usai diterjang ombak. 
JEBOL: Mulyadi penambak udang menunjukkan tanggul tambaknya yang jebol usai diterjang ombak. 

KULON PROGO - Dampak gelombang tinggi dirasakan sejumlah penambak udang di Pasir Mendit, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon Kamis (17/10/2024).

Pasalnya, efek gelombang tinggi merusak petak tambak, hingga membuat penambak terancam gagal panen.

Salah satu penambak yang mengalami nasib sial yaitu, Mulyadi.

Penambak yang telah melakukan pekerjaan selama puluhan tahun ini benar-benar merasakan kegetiran.

Lantaran, salah satu petak tambak udangnya hancur diterpa ombak tinggi. Padahal untuk membuat petak tambak dibutuhkan modal besar.

"Hancur kena ombak, tanggulnya hilang terseret ombak," ucap Mulyadi, saat ditemui Radar Jogja di lokasi kerusakan, Kamis (17/10/2024).

Mulyadi menjelaskan, kerusakan diakibatkan karena gelombang setinggi 4 meter menerpa tambaknya.

Memang dirinya sudah memperkirakan adanya gelombang tinggi.

Namun, tak mengira gelombang tinggi dapat menembus tanggul dan akhirnya membuat jebol tanggul tambak.

Kerugian dari jebolnya tanggul dapat diperkirakan menembus puluhan juta rupiah.

Pasalnya, untuk membuat tanggul tambak diperlukan alat berat untuk menata kembali.

Terlebih saat ini area tambak sebagian besar telah tergerus, hingga bagian tambak hanya berjarak 5 meter dengan perairan.

"Kemarin malam, ombaknya masuk ke tambak yang berhimpitan langsung dengan perairan," ucapnya.

Pria telah melakoni pekerjaan sebagai penambak selama puluhan tahun ini, menyampaiakan kerugian tak hanya untuk menangani jebolnya tanggul.

Namun, krugian didapat setelah ombak memasuki area tambak. Kendati tak membuat jebol tambak, dirinya tetap merugi.

Alasannya, saat ombak memasuki area tambak banyak sampah yang masuk ke petak pembesaran udang.

Sampah dan air laut yang kotor membuat rusaknya sirkulasi air di tambak.

Puluhan ribu udang dalam tambak mati, membuat penambak berpotensi merugi karena gagal panen.

"Modal untuk benih saja sudah puluhan juta, jadi kalau sudah banyak mati ruginya lumayan," ujarnya.

Efek gelombang tinggi di tahun ini benar benar terasa baginya. Di tahun-tahun sebelumnya, terjadi gelombang tinggi namun tak membuat kerusakan parah hingga merusak tambak.

Kerusakan di tahun sebelumnya hanya berupa tergerusnya bibir pantai, dan tak menimbulkan kerugian.

Mulyadi menjelaskan, gelombang tinggi disinyalir karena adanya perubahan musim dan masuk bulan purnama.

Dirinya juga menduga gelombang tinggi diperparah dengan proyek pembangunan pemecah ombak Congot.

Pemecah ombak Congot membuat ombak beralih menuju bibir pantai yang digunakan untuk tambak udang.

Dugaanya juga disepakati penambak lain yang senasib dengannya.

Bahkan, dirinya mendapatkan informasi ada puluhan petak tambak yang rusak padahal petak sedang aktif dan sebentar lagi menjelang panen.

Petak tambak yang rusak berdekatan dengan pemecah ombak Congot. Sehingga menambah keyakinan akan penyebab parahnya kerusakan akibat keberadaan pemecah ombak.

Semntara itu, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko membenarkan kejadian gelombang tinggi.

Pihaknya telah menerima laporan kerusakaan dampak dari gelombang tinggi.

"Tambak banyak yang rusak, terutama di bagian barat," ucap Aris, saat dihubungi Radar Jogja.

Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh pihaknya, terdapat 7 tambak udang yang terdampak.

Masing-masing tambak berbeda kerugiannya bergantung pada jumlah petak yang dimiliki.

Selain tambak, Joglo Mangrove juga mengalmi kerusakan akibat diterpa gelombang tinggi.

Aris menjelaskan, berpatokan dengan data BMKG fenomena gelombang tinggi akan berlangsung selama beberapa hari kedepan.

Gelombang tinggi merupakan hasil kombinasi perubahan musim ditambah masuknya bulan purnama. Sedangkan untuk ketinggian gelombang diprediksi sekitar 6 meter. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#nasib sial #terancam gagal panen #Terdampak #gelombang tinggi #penambak udang di Pasir Mendit #tambak udang