KULON PROGO - Pendataan bidang tanah pengadaan Tol Jogja-YIA telah dimulai sejak beberapa bulan lalu. Hasil pendataan sementara menunjukkan 20 bidang tanah wakaf juga ikut terdampak pembangunan. Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo pun mulai menyiapkan mekanisme penggantian tanah wakaf.
Kepala Kankemenag Kulon Progo Wahib Jamil menyampaikan, data tersebut masih bersifat sementara. "Data sementara ada 20 bidang tanah, dari Sentolo hingga Kokap," ucap Wahib, saat dihubungi Radar Jogja Minggu (13/10/2024).
Wahib menjelaskan, mekanisme penggantian didasari atas pengalaman kankemenag. Lantaran, sebelum adanya pembangunan tol kankemenag telah mengurusi penggantian tanah wakaf pada proyek strategis nasional di Kulon Progo. Seperti pembangunan Bandara YIA, dan jalur double track KAI.
Mekanisme penggantian tanah wakaf diawali setelah pembagian ganti untung pada bidang tanah maupun bangunan di atasnya. Pemerintah kalurahan, kabupaten, dan kankemenag nantinya akan melanjutkan berembug untuk menentukan tanah pengganti. Tanah pengganti akan dipilih didasarkan atas kesamaan dan kebermanfaatan.
"Jadi dimungkinkan tanah pengganti nanti lebih luas dari sebelumnya," ucapnya.
Penggantian tanah pengganti bisa saja menghasilkan bidang tanah baru yang lebih luas. Jika tanah sebelumnya telah berdiri bangunan, seperti masjid, pihaknya juga perlu melakukan pembangunan ulang. Sehingga ada kemungkinan bangunan masjid lebih besar dibanding sebelumnya.
Kendati sudah memiliki gambaran mengenai mekanisme penggantian, pihaknya belum memiliki gambaran perihal waktu yang diperlukan untuk proses penggantian tanah. Lantaran, perlu pertimbangan lokasi, penyesuaian dokumen, serta pertimbangan pembangunan. Saat ini, kankemenag telah melakukan sosialisasi serta menyiapkan kepengurusan tim pengelola penggantian tanah wakaf.
Baca Juga: Tega Benar, Hanya karena Uang Arisan, Cokro Suparto Habisi Istrinya di Rumah Sendiri
Ditemui ditempat berbeda, Kepala Kantor Pertanahan Kulon Progo Margaretha Elya Lim menjelaskan perihal proses pendataan. Pendataan bidang tanah telah dilakukan di Kapanewon Sentolo dan Pengasih. Beberapa kalurahan juga telah menerima nominal ganti untung yang didasari dari hasil penilaian.
"267 bidang tanah sudah muncul besaran ganti untungnya, nanti akan terus bertambah," ucapnya secara singkat. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita