KULON PROGO - Hektaran tanaman bawang merah di Kalurahan Srikayangan, Kapanewon Sentolo ternacam gagal panen.
Selama dua minggu terakhir, petani bawang merah tak berhasil mengatasi hama jamur yang menggerogoti tanaman mereka.
Salah satu petani terdampak yakni, Suyadi.
Tanaman bawangnya potensi gagal panen akibat terkena serangan hama.
Serangan hama diawali dengan munculnya ulat kecil yang menggerogoti daun bawang pada usia 30 hari.
Meski sudah dilakukan penyemprotan, nyatanya hama sulit dibasmi. Tak selang lama hama muncul lagi berbentuk bercak putih.
Hama tersebut membuat daun bawang berwarna hijau menjadi mengering berwarna putih kecoklatan.
"Daun mengering, umbinya jadi kurang optimal," ucap Suyadi, Jumat (11/10).
Suyadi menjelaskan, serangan hama bawang merah seperti ini, pernah terjadi di tahun sebelumnya.
Namun, di tahun sebelumnya persebaran hama tak terlalu meluas. Sehingga, petani tak banyak melakukan penanganan.
Di musim tanam tahun ini, serangan hama cukup terdampak.
Suyadi menceritakan, ada 30 hektar tanaman bawang merah di kelompoknya yang terserang hama. Sekitar 50 persen dari luas tanam tak bisa diselamatkan.
Padahal petani telah melakukan penyemprotan dengan berbagai media. Namun, tetap tak bisa menekan angka persebaran.
"Terpaksa harus dipanen lebih awal," tegasnya.
Suyadi menyampaikan, beragam upaya telah dilakukan untuk membasmi hama.
Bahkan petani juga mendapatkan bantuan pestisida yang didistribusikan oleh pemerintah.
Sayangnya, upaya itu tak berhasil mengatasi serangan hama. Alhasil, sebagian petani di Srikayangan panen lebih awal dibanding waktu yang dijadwalkan.
Panen dilakukan untuk menghindari kerusakan pada umbi bawang merah.
Walaupun, jika dipanen lebih awal, umbi bawang merah tak memiliki bobot optimal.
Petani berfikiran untuk menyelamatkan umbi yang telah kering, dibanding harus berspekulasi tetap menanam.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan serangan hama beberapa minggu lalu.
Data Dispertapa menunjukkan terdapat 5 kalurahan di Kapanewon Sentolo yang terdampak serangan hama bawang merah.
Total lahan pertanian bawang merah di Sentolo sekitar 281 hektar. Adapun wilayah terdampak hama antara lain; Srikayangan 200 hektar, Demangrejo 50 hektar, Sukoreno 25 hektar, Tuksono 5 hektar, dan Salamrejo 1,5 hektar.
"Kami sudah berupaya melakukan gerakan pengendalian, dan bantuan pestisida," ucap Drajat.
Drajat menyampaikan, upaya pengendalian dari pihaknya telah dilakukan.
Seperti penggunaan agens pengendali hayati (APH), insektisida, hingga sosialisasi pengendalian terhadap kelompok petani.
Pihaknya mengklaim upaya yang telah dilakukaan dapat menekan persebaran hama bawang merah.
Menurutnya, terdapat 2 tipe hama bawang merah yang menyerang pertanian di Kulon progo. Yaitu hama ulat pemakan daun dan thrips.
Kebanyakan kasus di Kulon Progo, hama hanya menyerang pada varietas bawang merah tajuk. Sedangkan bawang merah lokal sama sekali tak tersentuh hama.
"Tidak akan membuat gagal panen, hanya saja hasilnya kurang optimal," ucapnya.
Dari pengawasan Diapertapa, hama bawang merah tak akan membuat petani gigit jari akibat gagal panen.
Hanya saja hasil panen bawang merah tak bisa optimal seperti tahun sebelumnya. Lantaran, umbi bawang merah tak bisa membesar karena pertumbuhannya terhambat. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva