KULON PROGO - Kejadian nahas menimpa nelayan asal Pacitan, Tris Cahyono usai perahunya terbalik dihantam ombak. Dirinya tak bisa melawan laju ombak, karena mesin perahu yang ditumpanginya mati mendadak, serta putus jangkar.
"Tersapu ombak perahu terbalik, akhirnya satu nelayan harus berenang," ucap Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo Aris Widyatmoko, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Selasa (24/9).
Aris menjelaskan, sebenarnya korban telah melaut sejak, Minggu (22/9) lalu. Korban kemudian menuju ke selatan Perairan Kalurahan Garongan, Kapanewon Panjatan dan berhasil sampai pada Selasa (24/9) pukul 01.00 WIB. Setelah mencari ikan hingga siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB perahu korban mengalami putus jangkar.
Baca Juga: Implementasikan Pertanian Modern, Kementan Bersinergi dengan Pemda Sukoharjo Sambut Mahasiswa MSIB
Baca Juga: Kepala Disnakertrans Jateng Jadi Pjs Wali Kota Magelang, Pastikan Warga Rasakan Pesta Demokrasi
Setelah putus jangkar, perlahan perahu mulai menepi dalam kondisi mesin mati. Di saat itulah perahu dihantam ombak. Sesaat sebelumnya korban sempat mencoba menghidupkan kembali mesin perahu. Sayangnya, mesin perahu tak kunjung hidup dan akhirnya terhantam ombak.
"Menepi perahunya terbalik, korban akhirnya berenang," ujarnya.
Aris menjelaskan, sebenarnya perahu milik korban telah dipantau nelayan sekitar. Lantaran, terombang ambing, dan saat perahu terbalik nelayan melapor. Untungnya korban dapat diselamatkan usai tim SAR mengerahkan 10 orang untuk mengevakuasi korban yang sedang berenang menepi.
Kondisi korban tak mengalami luka serius, dan akan segera kembali ke Pacitan. Sedangkan kondisi perahunya mengalami rusak parah akibat terbalik. Barang-barang seperti genset dan jaring juga tersapu ombak. Akibat insiden itu, kerugian ditaksir sekitar Rp 8 juta. (gas)
Editor : Heru Pratomo