KULON PROGO - Polres Kulon Progo menggelar pelatihan bagi pengemudi ambulans di Bumi Binangun. Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman pada pengemudi ambulans, untuk memahami aturan maupun memahami kendaraan yang mereka kemudikan.
"Ada 40 pengemudi ambulans yang mengikuti kegiatan," ucap Kasatlantas Polres Kulon Progo AKP Priyo Tri Handoyo, saat dikonfirmasi Radar Jogja, Kamis (12/9).
AKP Priyo menjelaskan, kegiatan yang bertajuk safety driving tersebut, mencoba memberikan pengetahuan pada pengemudi ambulans. Terutama pada pengemudi ambulans yang bernaung di organisasi kemanusian. Kebanyakan dari mereka, memiliki pengetahuan minim mengenai peggunaan ambulans.
Padahal untuk mengemudikan ambulans, selain harus mengantongi SIM. Pengemudi juga harus memiliki ketarampilan serta memahami aturan yang berlaku. Di antaranya penggunaan kode pasien, penggunaan sirine, perilaku mengemudi, penggunaan kecepatan, maupun pengetahuan dasar ambulans.
Baca Juga: Riyadi Ahmad, Lestarikan Tari Badui Khas Sleman lewat Kelompok Badui Laras Muda
"Menyalakan sirine perlu sesuai aturan, karena bunyi sirene ada kode tersendiri," ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, pengemudi ambulans diajak memahami aturan secara menyeluruh. Kemudian, dikenalkan pula mengenai setiap fungsi tombol di dalam ambulans. Bahkan mobil ambulans juga dibahas mengenai spesifikasinya, agar pengemudi memahami karakter mobil.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktek, yang mana setiap pengemudi disimulasikan sedang dalam operasi pengambilan korban laka lantas. Di saat itu, pengemudi akan diingatkan mengenai kecepatan dan memperhatikan pembunyian sirine yang tergantung pada korban yang akan dijemput.
Setelah simulasi pengambilan dilaksanakan, dilanjutkan simulasi membawa korban. Dalam prosesi membawa korban, pengemudi harus mengetahui kondisi korban. Tentunya untuk memastikan kode ambulan yang digunakan. "Ketika ada traffic light di persimpangan, pengemudi juga perlu memperhatikan prosedur," ucapnya.
Selain melakukan simulasi, pengemudi juga diajarkan mengenai pertolongan pertama pada korban. Lantaran, tak hanya tenaga kesehatan saja yang harus memahami ini, pengemudi ambulans juga perlu mengetahui.
AKP Priyo menuturkan, pelatihan ditujukan agar pengemudi ambulan dapat mengetahui prosedur yang tepat. Sekaligus, memastikan keamanan mereka sendiri, tenaga kesehatan, maupun korban yang dibawa ambulans. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo