RADAR JOGJA - Beberapa wilayah Kulon Progo telah diguyur hujan. Menanggapi hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo mengingatkan potensi tanah longsor saat hujan pertama.
"Jika intensitasnya deras," ucap Kepala BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi Minggu (8/9/2024).
Taufik menyampaikan, fenomena ini seringkali ditemui di wilayah rawan longsor. Saat hujan pertama dengan intensitas tinggi, dapat membuat tanah tak stabil. Sehingga longsor dapat terjadi.
Tanah yang sebelumnya kering akibat kemarau, terkadang membuat rekahan di permukaan. Saat hujan tiba, celah tersebut kemudian terisi air. Membuat tanah yang awalnya kering menjadi penuh dengan kandungan air.
Jika tanah terlalu banyak menampung air secara mendadak, akan membuat kestabilan tanah tak terjaga. Saat itulah longsor berpotensi terjadi. "Kami memonitor curah hujan didasari dengan data BMKG, kemungkinan Oktober hujan deras," ucapnya.
Kendati prediksi hujan masih di awal Oktober, pihaknya tetap meminta masyarakat untuk berhati-hati. Lantaran, di bulan ini, hujan mungkin sudah turun di beberapa wilayah. Sehingga dibutuhkan kewaspadaan masyarakat merespons adanya kejadian bencana.
Taufik meminta, masyarakat melihat potensi bencana di sekelilingnya. Dengan melihat potensi yang ada, masyarakat tak perlu khawatir cukup dengan kewaspadaan masing-masing dalam menanggapi bencana.
Bencana longsor, lanjutnya, dapat dideteksi dengan melihat kondisi kestabilan tanah. Biasanya tanah yang berpotensi longsor, tak kuat menyerap banyak air. Sebelum longsor, juga terdapat tanda-tanda berupa gemuruh. Jika hujan deras, masyarakat juga perlu menghindari tebing tinggi. (gas/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita