Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sekolah di Sekitar Tambang Emas Kulon Progo Waspadai Potensi Bahaya Merkuri, Materi Dikemas dengan Metode Dongeng

Gunawan RaJa • Rabu, 4 September 2024 | 02:11 WIB
FOKUS: Siswa MI Muhammadiyah Selo, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo saat mendengarkan pemateri menyampaikan potensi bahaya merkuri belum lama ini.
FOKUS: Siswa MI Muhammadiyah Selo, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo saat mendengarkan pemateri menyampaikan potensi bahaya merkuri belum lama ini.

RADAR JOGJA - Sekolah di jalur kawasan tambang emas Kulon Progo meningkatkan kesadaran tentang bahaya merkuri. Agar sosialisasi bahaya merkuri kepada siswa mudah dicerna, edukasi materi dikemas dengan metode dongeng.

Salah satu sekolah yang dekat dengan lokasi tambang emas adalah MI Muhammadiyah Selo, Hargorejo, Kokap, Kulon Progo. Lebih tepatnya dekat dengan aliran sungai yang berpotensi tercemar merkuri.

Baru-baru ini, MI Muhammadiyah Selo mengadakan sosialisasi tentang bahaya merkuri bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kulon Progo. Harapannya kesadaran siswa bisa meningkat.

Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Selo Supilah mengatakan, peserta sosialisasi merupakan siswa dari kelas 4, 5, dan 6. Edukasi mengenai bahaya merkuri dinilai sangat penting untuk dipahami.

"Jarak madrasah dengan lokasi tambang emas sekitar dua sampai tiga kilometer, tapi lokasi aliran sungainya dekat dengan sekolah, samping sekolahan," kata Supilah kemarin (3/9).

Bahkan saat banjir dua tahun lalu, air meluap dan merendam bangunan sekolah. Dari penjelasan para pemateri, air tercemar merkuri berwarna silver. Jika sampai tersentuh dampaknya bisa berbahaya. Bisa sakit kulit, kebutaan, hingga terganggunya janin pada ibu hamil. "Alhamdulillah sejauh ini kami belum menerima informasi, warga sekolah terdampak merkuri," ucapnya.

Menurutnya, sosialisasi menjadi langkah penting dalam upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya merkuri. “Kegiatan sosialisasi dikemas dengan metode dongeng, lagu, dan sesi tanya jawab,” bebernya.

Sementara dalam keterangan tertulisnya, Kepala DLH Kulon Progo Gusdi Hartono menekankan, pentingnya pengetahuan siswa tentang bahaya merkuri bagi lingkungan maupun kesehatan. “Anak-anak harus berhati-hati terhadap merkuri, zat berbahaya yang sering digunakan di tambang emas,” kata Gusdi. (gun/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Kulon Progo #tambang emas #bahaya merkuri #MI Muhammadiyah