Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Agar Tak Apatis, Pemilih Muda Diajak Kenali Politik Praktis dan Suarakan Pendapatnya

Anom Bagaskoro • Minggu, 1 September 2024 | 19:48 WIB

Penandatanganan komitmen publik untuk Pilkada 2024.
Penandatanganan komitmen publik untuk Pilkada 2024.
KULON PROGO, RADAR JOGJA - Pemandangan berbeda tampak terlihat di Alun-Alun Wates, Minggu (1/9).

Terdapat sekelompok anak muda berkumpul sambil membagikan brosur dan berorasi.

Ternyata hal itu dilakukan untuk mengajak pemilih muda untuk tak apatis, menjelang Pilkada 2024.

"Kami menggelar aksi serentak di 5 tempat di DIJ," ucap Panitia Kegiatan Ardha Kusuma, saat menjawab pertanyaan awak media, Minggu (1/9).

Acara yang digelar Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI) ini sengaja menyasar kalangan muda.

Lantaran, selama ini stigma politik di kalangan anak muda terkesan negatif.

Hal ini terjadi akibat banyak isu hoax, black campaign, maupun isu miring lainnya.

Tentunya kondisi ini berdampak pada tingkat kepercayaan kalangan muda terhadap politik, khususnya politik praktis.

Politik praktis sering dianggap sebagai kendaaraan yang berkonotasi negatif.

Sehingga membuat anak muda menutuo diri untuk ikut ke dalam politik.

"Anak muda di zaman sekarang sangat kritis, tetapi itu justru membuat mereka apatis terhadap politik," ucapnya.

Kritisnya kaum muda dalam melihat fenomena politik daerah maupun nasional, membuat mereka memiliki kecenderungan apatis.

Kejadian ini akibat kondisi anak muda yang sudah muak dengan berita ataupun informasi bermuatan politik berbau negatif.

Demi mencegah itu, FPMI mencoba mengajak kaum muda untuk kembali memahami dasar politik.

Lantaran, politik memiliki benang merah yang amat dekat dan bersinggungan dengan keseharian.

Langkah ini, dilakukan agar anak muda tak lagi memiliki anggapan buruk terhadap politik.

FPMI mencoba menggagas kegiatan bertajuk Aksi Damai, dengan rangkaian penandatanganan publik, orasi, dan jajak pendapat.

Bertempat di Alwa tentunya kegiatan tersebut menarik masyarakat, terutama kalangan anak muda.

Ratusan anak muda menghampiri kegiatan, dan bahkan melakukan penandatanganan secara sukarela.

"Dari jajak pendapat, hasilnya akan dirumuskan untuk perumusan kebijakan publik," ujarnya.

Ardha menuturkan, pihaknya tengah menggali aspirasi kalangan muda untuk merumuskan kebijakan publik.

Nantinya, hasil aspirasi dari kegiatan ini dijadikan sebagai bahan perumusan kebijakan mengenai pendidikan politik.

Sementara itu, salah satu peserta kegiatan Preksides Rllis mentampaikan antusianya.

Lantaran, melalui kegiatan tersebut dapat membuka pandangannya mengenai politik yang selama ini salah dianggap.

"Masyarakat sebenarnya hanya ingin tidak ada money politic," ucapnya.

Rllis menyampaikan, kejengahannya terhadap politik uang yang bertebaran.

Sehingga membuat pandangannya mengenai politik semakin memburuk.

Harapannya dengan kegiatan tersebut dapat mewakili anak muda, dengan aspirasi berupa penolakan terhadap politik uang. 

Editor : Bahana.
#pilkada 2024 #pemilih pemula #Pilkada #apatis #pemilih pemuda